BANDUNG, KAMIS - Untuk meminimalisasi aksi kejahatan di wilayah hukum Polda Jabar, Kapolda Jabar Irjen Pol Susno Duadji, memerintahkan jajarannya untuk bertindak tegas dan tanpa ampun kepada pelaku kejahatan di wilayahnya.
"Bahkan, bila perlu lakukan tembak di tempat. Jadi polisi itu jangan tidur, sehingga ketika ketemu penjahat bisa langsung ditembak." tegas Susno kepada wartawan saat melakukan kunjungan kerja di Mapolwiltabes Bandung, Kamis.
Dikatakan, polisi dibekali ’bedil’ (senjata) itu untuk menembak penjahat, bukan hanya dipergunakan untuk petantang-petenteng saja.
Susno mengingatkan, senjata yang dimiliki polisi itu uangnya dari rakyat, sehingga wajib dipergunakan untuk mengamankan rakyat, ketika seorang polisi berhadapan dengan penjahat yang mencoba melarikan diri, tentunya harus dibarengi dengan ketenangan dalam melakukan eksekusi.
Dengan demikian, katanya, polisi tidak salah sasaran atau mengenai orang yang tidak bersalah, karena teknik dan keterampilan menembak sudah didapatkan polisi ketika menjalani pendidikan.
Dikatakan, senjata yang dimiliki itu uangnya dari rakyat, jadi harus dipergunakan untuk menembak orang jahat, karena dalam latihan di sekolahnya gambarnya gambar orang bukan kerbau.
Menurut Kapolda, kalaupun dalam pelaksanaannya terkena orang lain, ya itu sial-sial dianya saja. Persoalannya, siapa orang yang harus ditembak itu, ya penjahat.
"Jadi kalau ada polisi yang melihat penjahat melarikan diri, dan ia tidak berupaya melumpuhkan penjahat itu dengan tembakan, maka polisi itu akan kena sanksi," ujarnya.
Mengenai perkembangan kasus konser musik maut yang menelan korban 11 nyawa, menurutnya sudah berkembang dari sebelumnya hanya 3 orang perwira, kini menjadi menjadi 8 orang. Dengan sistem penanganannya dibagi dua, di Polwiltabes dan di Polda Jabar.
"Untuk anggota yang masih bertugas di Polwiltabes Bandung diperiksa di Polwil. Sedangkan bagi anggota yang kini sudah bertugas di Polda, pemeriksaanya dilakukan di Polda. Mudah-mudahan dalam minggu ini kasusnya segera disidangkan," ucapnya.
Sedangkan mengenai perkembangan kasus perampokan Bank BCA Subang, menurutnya identitas para pelaku kini sudah diketahui, sehingga beberapa anggotanya kini sedang melakukan pengejaran di Subang, Purwakarta bahkan ada yang sudah menyeberang ke luar Jawa.
Hanya saja, demikian Kapolda, jajarannya dihadapkan pada persoalan para pelaku masih mempunyai uang yang cukup banyak dari hasil kejahatannya itu.
"Kita sudah ketahui identitas para pelaku yang diduga lebih dari tiga orang. Anggota sudah saya tempatkan di Subang, dan Purwakarta, bahkan ada yang sudah menyeberang ke luar Jawa," katanya.
Menurut Susno, persoalannya adalah para pelaku masih mempunyai uang yang banyak, sehingga kalau saja uang itu sekitar satu miliar, terus dibagi 4 orang maka cukup banyak untuk biaya mereka bersembunyi.
"Doakan saja agar uangnya cepat habis, sehingga mereka tidak bisa bersembunyi lagi," ujar jenderal bintang dua itu.
(ant)