JAKARTA, KAMIS - Sekitar seratus mahasiswa dan lembaga swadaya masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Adili Koruptor BLBI (Gerak BLBI) kembali menantang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengambil alih kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia.
Koordinator Gerakan Rakyat Adili Koruptor BLBI, Anis Fauzan, mengatakan aksi ini untuk mendesak KPK agar mengambil alih kasus BLBI ini. Sebab, lanjut dia, KPK merupakan alat terakhir bagi Indonesia untuk memberantas tindak pidana korupsi."Kami tidak lagi percaya Kejaksaan Agung. Usut tuntas kasus BLBI. Tangkap para koruptor BLBI," ujarnya saat berorasi di depan gedung KPK, Kamis (13/3).
Dalam aksinya, demonstran membawa beberapa poster dan bendera. Beberapa poster bertuliskan tuntutan mereka agar KPK mengambil alih mega kasus korupsi BLBI, lengkap dengan gambar ilustrasi. Selain Gerak BLBI, KPK pada hari ini juga dimeriahkan oleh dua aksi demonstran lainnya.
Pertama aksi yang dilakukan masyarakat Sibolga Sumatera Utara, yang menuntut KPK untuk mengusut korupsi yang dilakukan oleh Walikota Sibolga, Sahat P Pangabean.Masyarakat Tegal yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Tegal Bersatu (GMTB) juga melaporkan penganiayaan warga Tegal oleh dua orang dekat Bupati Tegal Agus Riyanto.(BOB)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang