MANCHESTER, KAMIS - Cristiano Ronaldo menanti drawing perempatfinal Liga Champions yang akan dilakukan Jumat (14/3) dengan perasaan was-was. Pasalnya, winger lincah Manchester United (MU) itu mempunyai satu harapan agar tak terjadi perang sesama tim Inggris di babak ini sehingga peluang all-Premier League final terbuka lebar.
Inggris menempatkan empat wakil di turnamen paling bergengsi di benua biru tersebut. Karena babak delapan besar tak memberikan proteksi bagi tim-tim dari satu negara, maka ada kemungkinan MU, Chelsea, Liverpool dan Arsenal langsung bertemu di perempatfinal.
Ini yang membuat Ronaldo cemas. Bukannya takut menghadapi rival-rivalnya di Premier League itu, namun pemain asal Portugal tersebut punya satu impian, jika MU yang berangkat ke Moscow untuk melakoni partai final pada bulan Mei nanti, maka lawan yang dihadapi adalah sesama tim Inggris.
"Saya tak ingin melawan klub Inggris di perempatfinal. Saya akan lebih senang jika kami bertemu di semifinal, atau lebih bagus lagi di final. Menempatkan dua klub Inggris di babak final akan sangat fantastis," ungkap Ronaldo, Kamis (13/2).
Keinginan mantan pemain Sporting Lisbon itu sangat beralasan. Jika terwujud, maka Inggris juga akan menorehkan sejarah baru di pentas Liga Champios yang selama ini baru menjadi milik Spanyol dan Italia.
Ya, sepanjang sejarah final Liga Champions, pertemuan antara dua klub dari satu negara baru dibuat pada tahun 2000, saat Real Madrid mengalahkan Valencia (sesama tim Spanyol) dan tahun 2003, ketika AC Milan menaklukkan Juventus (sesama tim Liga Italia). Karenanya, tak berlebihan jika Inggris punya harapan besar agar tahun ini final sesama klub Inggris bisa terwujud. (GOAL/LOU)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang