Diversifikasi Pangan Untuk Kurangi Ketergantungan Beras

Kompas.com - 13/03/2008, 20:18 WIB

JAKARTA, KAMIS - Supaya tidak bergantung beras dan tepung terigu (gandum) Indonesia harus mengembangkan diversifikasi pangan, seperti mulai membiasakan konsumsi ubi, kentang dan jagung.

"Memang sulit mencabut gandum karena sudah sangat mengakar dan orang tergantung pada tepung. Karena itu ubi, kentang dan jagung pun bisa dibikin tepung," kata pakar teknologi pangan Prof AG Winarno PhD saat peluncuran program dana bantuan penelitian bagi kalangan akademisi 2008 di Jakarta, Kamis (13/3).

Usaha penepungan untuk ubi, jagung dan kentang perlu dilakukan supaya bahan-bahan tersebut lebih mudah diproses. "Kalau beras memang gampang diolah, tapi kalau jagung kan tidak gampang, jadi lebih baik dibuat tepung, " kata Winarno.

Terkait pengembangan diversifikasi pangan, agar tidak terpaku pada beras saja, para akademisi di Indonesia mulai dari dosen dan mahasiswa ditantang untuk melakukan riset bertema Penganekaragaman Pangan Berbasis Sepuluh Komoditi untuk Meningkatan Ketahanan Pangan dan Perbaikan Gizi.

Fokus penelitian pada singkong, kelapa sawit, sagu, jagung, gandum/terigu, pisang, ubi jalar, garut, kentang dan kedelai. Untuk memudahkan peserta, pengajuan proposal dilakukan secara online ke website www.indofood.co.id. Para penerima dana riset ini nantinya tidak hanya menerima bantuan dana penelitian begitu saja, tetapi memiliki kewajiban untuk mempertanggungjawabkan hasil penelitiannya lewat presentasi di depan tim penilai.

Ketua tim penilai yaitu AG Winarno, dengan anggota Bayu K risnamurthi (Sosial Ekonomi Pertanian), Bustanul Arifin (Sosial Ekonomi Pertanian), Budi Prasetyo Widyobroto (Peternakan), Eko Handayanto (Budidaya Pertanian), Abdurrachim Halim (Teknik Mesin), Widjaya Lukito (Gizi dan Kesehatan), Purwiyatno Hariyadi (Rek ayasa Proses Pangan). (LOK)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau