JAKARTA, KAMIS - Pascapenolakan dua kandidat Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowadojo dan Raden Pardede oleh DPR, Rabu (12/3), sejumlah nama kini muncul ke permukaan untuk dicalonkan oleh presiden. Mantan Ketua DPR, Akbar Tandjung, juga ikut sumbang saran, siapa-siapa yang layak menggantikan Burhanuddin Abdullah.
"Yang jelas orang-orang yang punya kapasitas yang cukup untuk menduduki jabatan itu, misalnya orang yang berpengalaman di dalam Bank Indonesia atau orang eksternal yang dari segi pengalaman perbankannya juga sudah cukup mumpuni," kata Akbar di Jakarta, Kamis (13/3) sore.
Mantan Ketua Umum Partai Golkar ini mengaku tidak terlalu mempermasalahkan apakah calon yang akan diajukan untuk kedua kalinya oleh presiden nanti orang dalam atau luar BI. Menurutnya, itu adalah hak prerogatif presiden. Hanya saja, ia mengharap presiden bisa menangkap pesan penolakan dari DPR Rabu kemarin. "Untuk menentukan itu memang putusan presiden, tapi kan presiden harus tahu dimensi yang diinginkan DPR. Sebab, calon nanti diconform oleh DPR dan harus melalui fit and proper test," kata dia.
Lalu, siapa orag dalam yang diunggulkan Akbar? Ia menyebut ada beberapa orang di dalam BI yang punya kapasitas. Ada yang sudah cukup senior, ada pula yang masih muda. "Seperti misalnya Mulyaman Hadad (Deputi Gubernur BI) yang hadir di diskusi kali ini. Dia orang muda dan pandai. Kalau yang senior ada sosok Miranda Goeltom (Deputi Senior Gubernur BI)," terang Akbar.
Sementara untuk orang di luar BI, Akbar menyebut yang terpenting harus berpegalaman dan memiliki latar belakang ekonomi moneter. "Nah itu orangnya kan bisa kita cari. Bisa Widigdo Sukarman (eks Direktur utama BNI) yang kebetulan saya kenal, atau ada juga yang lain," lanjut Akbar. (Persda Network/had)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang