Akbar Nominasikan Mulyaman, Miranda, sampai Widigdo

Kompas.com - 13/03/2008, 21:25 WIB

JAKARTA, KAMIS - Pascapenolakan dua kandidat Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowadojo dan Raden Pardede oleh DPR, Rabu (12/3), sejumlah nama kini muncul ke permukaan untuk dicalonkan oleh presiden. Mantan Ketua DPR, Akbar Tandjung, juga ikut sumbang saran, siapa-siapa yang layak menggantikan Burhanuddin Abdullah.

"Yang jelas orang-orang yang punya kapasitas yang cukup untuk menduduki jabatan itu, misalnya orang yang berpengalaman di dalam Bank Indonesia atau orang eksternal yang dari segi pengalaman perbankannya juga sudah cukup mumpuni," kata Akbar di Jakarta, Kamis (13/3) sore.

Mantan Ketua Umum Partai Golkar ini mengaku tidak terlalu mempermasalahkan apakah calon yang akan diajukan untuk kedua kalinya oleh presiden nanti orang dalam atau luar BI. Menurutnya, itu adalah hak prerogatif presiden. Hanya saja, ia mengharap presiden bisa menangkap pesan penolakan dari DPR Rabu kemarin. "Untuk menentukan itu memang putusan presiden, tapi kan presiden harus tahu dimensi yang diinginkan DPR. Sebab, calon nanti diconform oleh DPR dan harus melalui fit and proper test," kata dia.

Lalu, siapa orag dalam yang diunggulkan Akbar? Ia menyebut ada beberapa orang di dalam BI yang punya kapasitas. Ada yang sudah cukup senior, ada pula yang masih muda. "Seperti misalnya Mulyaman Hadad (Deputi Gubernur BI) yang hadir di diskusi kali ini. Dia orang muda dan pandai. Kalau yang senior ada sosok Miranda Goeltom (Deputi Senior Gubernur BI)," terang Akbar.

Sementara untuk orang di luar BI, Akbar menyebut yang terpenting harus berpegalaman dan memiliki latar belakang ekonomi moneter. "Nah itu orangnya kan bisa kita cari. Bisa Widigdo Sukarman (eks Direktur utama BNI) yang kebetulan saya kenal, atau ada juga yang lain," lanjut Akbar. (Persda Network/had)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau