Kasus Software Bajakan, Polisi Belum Tetapkan Tersangka

Kompas.com - 14/03/2008, 15:14 WIB

JAKARTA, JUMAT-Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) menyita 30 unit komputer dan unit laptop dari kelompok perusahaan yang bernama AG berkaitan dengan penggunaan software bajakan pada 4 Maret lalu. Penyelidik sedang memeriksa empat orang dari perusahaan tersebut. Namun, sampai saat ini kepolisian belum bisa menetapkan tersangka dalam kasus tersebut.

Menurut Penyidik Unit Direktor II Ekonomi dan Khusus Rusharyanto, belum ditetapkannya tersangka disebabkan masih memeriksa dan mencari tahu proses instalasi software bajakan ke dalam unit komputer. "Apabila dalam pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang dilakukan tidak menutup kemungkinan akan ditetapkan tersangka. Tapi, kami belum bisa menentukan pihak-pihak yang bertanggung jawab, jadi berkaitan dengan hal itu kami belum bisa menentukan siapa yang menjadi tersangka," katanya dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jumat, (14/3).

Walaupun sudah diberi penjelasan para wartawan tetap bertanya-tanya belum ditetapkannya tersangka. Menanggapi hal tersebut Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Abubakar berharap press conference yang akan datang polisi sudah dapat menetapkan tersangka. (DIV)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau