Tak jadi mundur

Mancini Ingin Figo, Adriano dan Recoba Keluar

Kompas.com - 14/03/2008, 19:28 WIB

MILAN, JUMAT - Terkuaklah alasan mengapa Roberto Mancini menarik kembali pernyataannya untuk meninggalkan Inter Milan pada akhir musim nanti. Menurut laporan media-media di Italia, Mancini mau bertahan di San Siro jika Presiden Massimo Moratti meluluskan permintaannya agar pada akhir musim nanti Luis Figo, Adriano dan Alvaro Recoba angkat kaki.

Pada Selasa (11/3) malam atau Rabu (12/3) dinihari WIB, Mancini mengumumkan mundur dari kursi pelatih Inter pada akhir musim 2007/08 ini. Keputusan itu dibuat menyusul kekalahan 0-1 Nerazzurri dari Liverpool sehingga mereka tersisih dari ajang Liga Champions.

Namun, dalam tempo kurang dari 24 jam, mantan pelatih Lazio itu membatalkan rencananya setelah melakukan pertemuan dengan Moratti. Menurut Gazzetta dello Sport, seperti yang dilansir Goal, Jumat (14/3), dalam pertemuan itu Mancini minta agar Moratti memenuhi permintaannya untuk "menggusur" Figo, Adriano dan Recoba.

Menurut Mancini, Figo menunjukkan sikap tak sportif saat Inter jamu Liverpool di leg kedua babak 16 besar Liga Champions. Mantan pemain Real Madrid tersebut menolak untuk masuk sebagai pemain pengganti. Mancini juga meminta agar Adriano dan Recoba yang kini dipinjamkan ke klub lain--Adriano ke Sao Paulo dan Recoba ke Torino--dijual secara permanen.

Ini tentu saja menjadi pilihan yang berat bagi Moratti karena tiga orang tersebut adalah adalah pemain kesayangannya. Terbukti, Moratti punya rencana memperpanjang kontrak Figo hingga satu musim lagi, sedangkan Adriano dan Recoba tak mau dijual meskipun dua pemain itu tak memberikan kontribusi buat Inter.

Dalam pertemuan itu juga terungkap bagaimana kekecewaan Mancini terhadap manajemen Inter. Pasalnya, mereka (para direktur,red) tak memberikan teguran atau pun sanksi kepada pemain-pemain yang kelakuannya tak bagus.

Mancini memberikan contoh tindakan Patrick Vieira saat Inter lawan Sampdoria. Dalam pertandingan dua pekan lalu itu, Vieira sangat kecewa karena dia diganti. Sebagai ekspresi kekesalannya, gelandang asal Perancis itu tak mau menyalami Mancini serta menendang botol air plastik di pinggir lapangan.

Manajemen juga tak mau menyelesaikan persoalan antara Zlatan Ibrahimovic dan Marco Materazzi. Dua pemain ini terlibat perseteruan kecil saat Inter melakoni leg pertama babak 16 besar Liga Champions di markas Liverpool. Waktu itu, Materazzi diganjar kartu merah dan Ibrahimovic kecewa dengan sikap rekannya tersebut.

Persoalan lain adalah hubungan yang kurang harmonis antara Mancini dengan dokter klub, Franco Combi, serta direktur Marco Branca. Dengan Combi, Mancini marah karena banyak pemain Inter yang cedera, sedangkan dengan Branca, Mancini tak setuju dengan kebijakan merekrut Maniche pada transfer window bulan Januari lalu. (LOU)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau