JAKARTA, JUMAT - Manajemen PT Adam SkyConnection Airlines (AdamAir) meminta kejelasan akan ditariknya 50 persen saham milik PT Global Transport Services (GTS) dan PT Bright Star Perkasa (BSP). Pasalnya saat ini maskapai itu sedang kesulitan finansial.
Berita akan ditariknya saham tersebut membuat keguncangan dalam tubuh manajemen maskapai ini. Hal tersebut diakui oleh Presiden Direktur AdamAir, Adam Aditya Suherman dalam jumpa pers yang dilakukan beberapa jam setelah adanya berita akan ditariknya saham itu di Jakarta, Jumat (14/3).
Hadir dalam jumpa pers itu semua direktur AdamAir yang masih ada (minus Wakil Presdir Gustiono Kustianto dan Direktur Komunikasi Danke drajat yang telah ditarik ke Bhakti Investama) dan para pilot, pramugari dan karyawan lainnya.
Suasana pun semakin sendu karena beberapa pramugari tidak bisa menahan tangis mereka karena kebingungan akan nasib perusahaan tempatnya bekerja. "Berita pengunduran diri GTS dan BSP ini sangat tidak bertanggung jawab karena saat ini AdamAir masih memiliki kewajiban untuk memberikan pelayanan yang terbaik untuk para pelanggan, memberikan jaminan hak-hak kepada lebih dari 3.000 karyawan dan kewajiban terhadap pihak ketiga lainnya," kata Adam.
Padahal, saat ini AdamAir dalam kondisi kesulitan keuangan, manajemen juga sudah meminta agar pemegang saham untuk melakukan tindakan penyelamatan dengan melakukan injeksi dana kepada perusahaan, akan tetapi yang didapat justru akan ditariknya saham mereka. Berapa dana yang dibutuhkan, Adam tidak bersedia menjawabnya, karena menurutnya itu adalah kewenangan pemegang saham.
Menurutnya, berita pengunduran diri yang tidak disertai dengan surat resmi ke AdamAir tersebut sangat menyulitkan pihak manajemen dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan dari karyawan maupun pihak ketiga. "Sampai saat ini kita belum tahu apakah akan menarik saham itu berarti akan menjual saham mereka atau mengembalikannya kepada kami. Itu yang harus diperjelas," tandasnya.
Adam mengaku sangat kerepotan dengan pertanyaan-pertanyaan para karyawan mereka yang kebingungan akan nasib mereka dengan akan ditariknya 50 persen saham AdamAir. Seperti diketahui dalam AdamAir tertanam saham milik PT GTS sebesar 19 persen dan PT BSP sebanyak 31 persen, kedua perusahaan tersebut berafiliasi dengan PT Bhakti Investama Tbk.
Sedangkan pihak ketiga, seperti supplier dan lessor pesawat, kata Adam, juga mempertanyakan mengenai kondisi perusahaan yang dianggap semakin memburuk. "Ada lessor (peminjam) pesawat yang meminta agar pesawatnya dikembalikan," ujarnya. (PersdaNetwork/Hendra Gunawan)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang