Berita 50 Persen Saham Ditarik, AdamAir Guncang

Kompas.com - 14/03/2008, 21:54 WIB

JAKARTA, JUMAT - Manajemen PT Adam SkyConnection Airlines (AdamAir) meminta kejelasan akan ditariknya 50 persen saham milik PT Global Transport Services (GTS) dan PT Bright Star Perkasa (BSP). Pasalnya saat ini maskapai itu sedang kesulitan finansial.

Berita akan ditariknya saham tersebut membuat keguncangan dalam tubuh manajemen maskapai ini. Hal tersebut diakui oleh Presiden Direktur AdamAir, Adam Aditya Suherman dalam jumpa pers yang dilakukan beberapa jam setelah adanya berita akan ditariknya saham itu di Jakarta, Jumat (14/3).

Hadir dalam jumpa pers itu semua direktur AdamAir yang masih ada (minus Wakil Presdir Gustiono Kustianto dan Direktur Komunikasi Danke drajat yang telah ditarik ke Bhakti Investama) dan para pilot, pramugari dan karyawan lainnya.

Suasana pun semakin sendu karena beberapa pramugari tidak bisa menahan tangis mereka karena kebingungan akan nasib perusahaan tempatnya bekerja. "Berita pengunduran diri GTS dan BSP ini sangat tidak bertanggung jawab karena saat ini AdamAir masih memiliki kewajiban untuk memberikan pelayanan yang terbaik untuk para pelanggan, memberikan jaminan hak-hak kepada lebih dari 3.000 karyawan dan kewajiban terhadap pihak ketiga lainnya," kata Adam.

Padahal, saat ini AdamAir dalam kondisi kesulitan keuangan, manajemen juga sudah meminta agar pemegang saham untuk melakukan tindakan penyelamatan dengan melakukan injeksi dana kepada perusahaan, akan tetapi yang didapat justru akan ditariknya saham mereka. Berapa dana yang dibutuhkan, Adam tidak bersedia menjawabnya, karena menurutnya itu adalah kewenangan pemegang saham.

Menurutnya, berita pengunduran diri yang tidak disertai dengan surat resmi ke AdamAir tersebut sangat menyulitkan pihak manajemen dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan dari karyawan maupun pihak ketiga. "Sampai saat ini kita belum tahu apakah akan menarik saham itu berarti akan menjual saham mereka atau mengembalikannya kepada kami. Itu yang harus diperjelas," tandasnya.

Adam mengaku sangat kerepotan dengan pertanyaan-pertanyaan para karyawan mereka yang kebingungan akan nasib mereka dengan akan ditariknya 50 persen saham AdamAir. Seperti diketahui dalam AdamAir tertanam saham milik PT GTS sebesar 19 persen dan PT BSP sebanyak 31 persen, kedua perusahaan tersebut berafiliasi dengan PT Bhakti Investama Tbk.

Sedangkan pihak ketiga, seperti supplier dan lessor pesawat, kata Adam, juga mempertanyakan mengenai kondisi perusahaan yang dianggap semakin memburuk. "Ada lessor (peminjam) pesawat yang meminta agar pesawatnya dikembalikan," ujarnya. (PersdaNetwork/Hendra Gunawan)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau