Relokasi Jalan di Tempat

Kompas.com - 17/03/2008, 19:24 WIB

SIDOARJO, SENIN – Proses relokasi infrastruktur yang terkena imbas lumpur Lapindo hingga saat ini masih berjalan di tempat akibat kendala pembebasan lahan. Hingga saat ini, belum satu pun dari 1.600 bidang lahan yang berhasil dibebaskan pimpinan proyek relokasi infrastruktur Badan Pelaksana Badan Penanggulangan Lumpur di Sidoarjo.

Demikian dikemukakan Wakil Ketua Komisi V DPR RI Hardi Soesilo  ketika memimpin rombongan anggota Komisi V melakukan peninjauan ke Sidoarjo terkait program relokasi infrastruktur akibat lumpur Lapindo, Senin (17/3).

“Warga masih meminta harga ganti rugi yang sama seperti yang diberikan Lapindo Brantas kepada korban lumpur,” jelas Hardi. Besarnya ganti rugi yang dituntut warga adalah Rp 120.000 untuk sawah, Rp 1 juta untuk tanah kering, serta Rp 1,5 juta untuk bangunan.

Hardi mengatakan untuk mengatasi masalah itu, pihaknya akan membentuk tim appraisal (tim penaksir nilai tanah) baru, yang akan bertindak atas nama Badan Pertanahan Nasional. “Tim itu nantinya akan melakukan kajian untuk menentukan harga tanah baru bagi proyek relokasi infrastruktur,” jelas Hardi. (A13/A07)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau