JAKARTA, SELASA - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai pengembalian uang kepada calon penumpang Adam Air yang penerbangannya dibatalkan, tidak cukup seharga nilai tiket yang telah dibeli sebelumnya. Meskipun tanpa potongan apapun dari penggantian tersebut, pihak konsumen tetap dirugikan karena selain biaya, waktu mereka pun juga dikorbankan.
"Harus ada kompensasi lain. Walaupun tanpa potongan pun konsumen itu sebenarnya telah dirugikan. Kalau solusi yang diberikan cuma seperti sekarang, tidak menutup kemungkinan hal yang sama akan dilakukan maskapai penerbangan lainnya," kata Sudariatmo, anggota pengurus harian YLKI kepada Kompas.com via telepon di Jakarta, Selasa (18/3).
Bentuk kompensasi lain yang diberikan kepada para penumpang yang telah dirugikan itu, jelas Sudariatmo, tergantung kesepakatan antara calon penumpang dengan pihak manajemen Adam Air. Pihak Adam Air tidak bisa secara sepihak menentukannya, apalagi cukup banyak calon penumpang yang dirugikan.
Sudariatmo juga menambahkan pemerintah harus mengambil langkah tegas terhadap pihak Adam Air jika memang terbukti merugikan konsumen. Pemerintah, nilainya, tidak bisa cuci tangan terhadap masalah ini, mengingat izin kelayakan sebuah penerbangan juga datang dari pihak pemerintah.
"Dalam pemberian lisensi pemerintah harus lebih ketat. Demikian pula jika ada masalah internal dalam sebuah maskapai penerbangan, pemerintah harus mampu mendeteksi secara dini dan melakukan intervensi sebelum terjadi hal yang lebih parah," jelasnya.
Dalam konteks Adam Air, tidak menutup kemungkinan pemerintah mengambil alih sementara tanggung jawab operator maskapai penerbangan Adam Air sebagai solusi awal menyelesaikan persoalan yang dihadapi maskapai tersebut. (SMS)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang