Delay, Izin Rute Penerbangan Bisa Dicabut

Kompas.com - 18/03/2008, 16:46 WIB

JAKARTA, SELASA -- Pemerintah akan semakin ketat dalam mengatur penerbangan pesawat komersial. Maskapai yang sering melakukan delay dengan alasan intern, maka akan diberi sanksi yang cukup berat. Sanksi paling berat yang akan diterapkan adalah mencabut ijin rute penerbangan bila melanggar ketentuan yang ditetapkan.

Hal ini diungkapkan Kepala Sub Direktorat Angkutan Udara Regional Departemen Perhubungan Hemi Pamuraharjo dan Direktur Angkutan Udara Tri Sunoko di sela talk
show mengenai delay di dunia penerbangan di Jakarta, Selasa (18/3).

"Kalau maskapai mengalami keterlambatan terbang selama tiga jam lebih dalam satu minggu empat kali berturut-turut maka izin rutenya akan dicabut," kata Hemi

Hal ini, kata Hemi, dilakukan untuk memastikan pelayanan kepada penumpang benar-benar bisa terjamin. Menurut Tri Sunoko, ada juga sanksi-sanksi lain yang
lebih ringan. Misalnya, untuk keterlambatan penerbangan selama 60 menit maskapai harus memberikan kompensasi berupa snack kepada calon penumpang. Delay
120 menit harus memberikan makan besar.

Draft aturan mengenai keterlambatan ini segera dipresentasikan kepada Dirjen Perhubungan Udara. Kemudian dibahas dengan operator penerbangan. "Bulan
April diharapkan aturannya sudah jadi dan segera diterapkan," kata Tri Sunoko.

Akan tetapi penerapan sanksi ini akan dikenakan kepada maskapai yang mengalami keterlambatan akibat masalah internal perusahaan atau teknis. Namun, bila pesawat
telat karena faktor eksternal seperti cuaca atau bencana, penerapan tidak diberlakukan. (PersdaNetwork/ Hendra Gunawan)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau