Kampoeng Batik, IPAL Jadi Proyek Percontohan

Kompas.com - 18/03/2008, 22:09 WIB

 

SOLO, SELASA - Untuk mendorong kesadaran para pengusaha batik untuk sadar lingkungan, Forum Pengembangan Kampoeng Batik Laweyan, Solo (Jawa Tengah) bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Program Lingkungan Hidup Indonesia-Jerman (ProLH) Deutsche Gesellschaft fur Technishce Zusammenarbeit (GTZ), membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Kampoeng Batik Laweyan.

Pengelolaan IPAL untuk Usaha Kecil Menengah Kampoeng Batik Laweyan Kota Solo, ini merupakan proyek percontohan tingkat nasional. Harapannya dengan adanya pengelolaan IPAL-UKM Batik ini, akan mendorong UKM lain di Tanah Air untuk mengelola limbah dan tidak mencemarkan lingkungan sekitarnya.  

Pembangunan IPAL-UKM Ba tik ini merupakan implementasi dari Program Produksi Bersih dan Pengendalian Pencemaran Air Limbah Industri Kecil Batik dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) yang didukung ProLH GTZ.

Serah terima barang inventaris IPAL-UKM Batik ini, dilakukan Selasa ( 18/3) dari ProLH GTZ kepada KLH kepada Pemerintah Kota Solo, yang diteruskan kepada Forum Pengembangan Kampoeng Batik Laweyan. Acara ini dihadiri Deputi VII KLH (Bidang Pembinaan Sarana Teknis dan Peningkatan Kapasitas) Isa Karmisa Ardiputra, Sekretaris Daerah Kota Solo Supradi Kertamenawi, Kepala Subdit Pengendalian Pencemaran Air Bappedal Jawa Tengah, dan Dieter Brulez dari ProLH GTZ.

Isa Karmisa menyatakan Kota Solo dipilih sebagai tempat proyek percontohan IPAL-UKM Batik karena pertimbangan Kota Solo yang terkenal sebagai daerah batik pertama di Tanah Air. Batik adalah milik Bangsa Indonesia yang terkenal di manca negara yang diharapkan berkembang terus. "Proyek percontohan IPAL-UKM Batik dilakukan di Solo agar produksi batik tidak mencemari lingkungan, " ujarnya.

Ketua Forum Pengembangan Kampoeng Batik Laweyan, Alfa Fabella Priyatmono, proyek percontohan IPAL-UKM Batik di Ka mpoeng Laweyan telah dimulai sejak bulan Mei 2006. Proyek fisik ini dibangun di daerah Kidul Pasar dan Setono, Kampoeng Batik Laweyan di atas lahan sekitar 400 meter persegi. (SON)  

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau