Pramugari Masih di Mess AdamAir

Kompas.com - 19/03/2008, 10:32 WIB

TANGERANG, RABU - Seluruh karyawan yang terdiri dari pramugari dan pramugara Adam Air belum meninggalkan mess tempat penampungan mereka di wilayah perumahan Bandara Mas, Selapajang, Neglasari, Kota Tangerang, Banten.
     
"Karyawan belum meninggalkan mess karena belum ada instruksi dari atasan," kata seorang pengelola mess Adam Air, Rohani, di Tangerang, Rabu.
     
Rohani mengatakan, sekitar 15 unit rumah dijadikan tempat penampungan pramugari dan pramugara di Bandara Mas, Neglasari Kota Tangerang Blok X dan Y tersebut. Penampungan tersebut merupakan tempat tinggal sementara awak  pesawat penerbangan Adam Air selama tidak mendapat jadwal terbang.
     
Manajemen maskapai AdamAir sedang mengalami kemelut internal hingga ada penarikan saham oleh dua investornya yang mengakibatkan penghentian operasional. Bahkan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Departemen Perhubungan sudah mengeluarkan keputusan menghentikan operasional Adam Air.
    
Namun demikian, sejumlah karyawan Adam Air masih belum meninggalkan mess dan tetap menempati sejumlah tempat penampungan khusus untuk pramugara dan pramugari tersebut. Rohani menuturkan, aktivitas tempat penampungan masih tetap berlangsung normal seperti biasa karena pihak manajemen perusahaan belum mengeluarkan instruksi apapun termasuk untuk meninggalkan mess.
     
Pihak penerbangan AdamAir mengumumkan kemungkinan menghentikan sementara kegiatan operasional penerbangan karena gagal bayar asuransi pesawat yang jatuh tempo pada 20 Maret 2008.
     
Di tempat terpisah, Kepala Kantor Administrator Bandara (Adban) Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Herry Bakti menyatakan akan menutup semua kegiatan maskapai penerbangan Adam Air termasuk penghentian penerbangan 22 pesawat yang parkir di bandara terbesar di Indonesia itu dan menunggu hasil evaluasi dari Departemen Perhubungan. (ANT)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau