TANGERANG, RABU - Seluruh karyawan yang terdiri dari pramugari dan pramugara Adam Air belum meninggalkan mess tempat penampungan mereka di wilayah perumahan Bandara Mas, Selapajang, Neglasari, Kota Tangerang, Banten.
"Karyawan belum meninggalkan mess karena belum ada instruksi dari atasan," kata seorang pengelola mess Adam Air, Rohani, di Tangerang, Rabu.
Rohani mengatakan, sekitar 15 unit rumah dijadikan tempat penampungan pramugari dan pramugara di Bandara Mas, Neglasari Kota Tangerang Blok X dan Y tersebut. Penampungan tersebut merupakan tempat tinggal sementara awak pesawat penerbangan Adam Air selama tidak mendapat jadwal terbang.
Manajemen maskapai AdamAir sedang mengalami kemelut internal hingga ada penarikan saham oleh dua investornya yang mengakibatkan penghentian operasional. Bahkan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Departemen Perhubungan sudah mengeluarkan keputusan menghentikan operasional Adam Air.
Namun demikian, sejumlah karyawan Adam Air masih belum meninggalkan mess dan tetap menempati sejumlah tempat penampungan khusus untuk pramugara dan pramugari tersebut. Rohani menuturkan, aktivitas tempat penampungan masih tetap berlangsung normal seperti biasa karena pihak manajemen perusahaan belum mengeluarkan instruksi apapun termasuk untuk meninggalkan mess.
Pihak penerbangan AdamAir mengumumkan kemungkinan menghentikan sementara kegiatan operasional penerbangan karena gagal bayar asuransi pesawat yang jatuh tempo pada 20 Maret 2008.
Di tempat terpisah, Kepala Kantor Administrator Bandara (Adban) Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Herry Bakti menyatakan akan menutup semua kegiatan maskapai penerbangan Adam Air termasuk penghentian penerbangan 22 pesawat yang parkir di bandara terbesar di Indonesia itu dan menunggu hasil evaluasi dari Departemen Perhubungan. (ANT)