5.000 Balita di Jatim Bergizi Buruk

Kompas.com - 19/03/2008, 10:45 WIB

SURABAYA, RABU- Gubernur Jawa Timur Imam Utomo mengemukakan, sekitar 5.000 dari 78.000 balita di seluruh Provinsi Jawa Timur bergizi buruk.

Intervensi perbaikan gizi oleh pemerintah akan dilakukan meskipun warga diharapkan secara aktif melaporkan kondisi gizi balitanya ke Posyandu atau Puskesemas."Masih banyak yang belum lapor atau datang ke Posyandu atau Puskesmas. Karena itu, intervensi akan dilakukan pemerintah," ujar Imam saat memberi laporan kepada Ny Mufidah Jusuf Kalla dalam silaturahmi dengan masyarakat binaan kelompok sosial masyarakat Tunas Bangsa di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (19/3).

Salah satu intervensi pemerintah yang akan dilakukan adalah menggalakkan program dasawisma di mana setiap 10 rumah tangga ada seorang penanggung jawab untuk memantau kondisi kesehatannya. Surat edaran sudah disiapkan untuk program dasa wisma ini.Imam menjelaskan, saat ini di Jatim memiliki 43.000 Posyandu dengan 147.000 kadernya.

Penduduk Jatim berjumlah 38 juta dengan jumlah rakyat miskin mencapai 7,1 juta orang.Untuk mencegah terjadinya gizi buruk, Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari melalui Dirjen Bina Kesehatan Masyarakat Budi Rahardja minta agar program ASI eksklusif selama enam bulan dilakukan dan bersamaan pemberian makanan tambahan, pemberian ASI diteruskan hingga anak berusia 24 bulan.Menkes juga minta dilakukan imunisasi lengkap kepada bayi sebelum berusia 12 bulan. Menkes sendiri tidak hadir di Surabaya karena sedang sakit.(INU)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau