SURABAYA, RABU- Gubernur Jawa Timur Imam Utomo mengemukakan, sekitar 5.000 dari 78.000 balita di seluruh Provinsi Jawa Timur bergizi buruk.
Intervensi perbaikan gizi oleh pemerintah akan dilakukan meskipun warga diharapkan secara aktif melaporkan kondisi gizi balitanya ke Posyandu atau Puskesemas."Masih banyak yang belum lapor atau datang ke Posyandu atau Puskesmas. Karena itu, intervensi akan dilakukan pemerintah," ujar Imam saat memberi laporan kepada Ny Mufidah Jusuf Kalla dalam silaturahmi dengan masyarakat binaan kelompok sosial masyarakat Tunas Bangsa di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (19/3).
Salah satu intervensi pemerintah yang akan dilakukan adalah menggalakkan program dasawisma di mana setiap 10 rumah tangga ada seorang penanggung jawab untuk memantau kondisi kesehatannya. Surat edaran sudah disiapkan untuk program dasa wisma ini.Imam menjelaskan, saat ini di Jatim memiliki 43.000 Posyandu dengan 147.000 kadernya.
Penduduk Jatim berjumlah 38 juta dengan jumlah rakyat miskin mencapai 7,1 juta orang.Untuk mencegah terjadinya gizi buruk, Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari melalui Dirjen Bina Kesehatan Masyarakat Budi Rahardja minta agar program ASI eksklusif selama enam bulan dilakukan dan bersamaan pemberian makanan tambahan, pemberian ASI diteruskan hingga anak berusia 24 bulan.Menkes juga minta dilakukan imunisasi lengkap kepada bayi sebelum berusia 12 bulan. Menkes sendiri tidak hadir di Surabaya karena sedang sakit.(INU)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang