Merkel Dukung Israel Lawan Iran

Kompas.com - 19/03/2008, 14:14 WIB

YERUSALEM, RABU - Kanselir Jerman Angela Merkel mendapat tepuk tangan bergemuruh usai berjanji mendukung Israel melawan segala ancaman, khususnya dari Iran.

Dalam sambutan yang emosional, Selasa (18/3), Merkel mengatakan warga Jerman masih dilanda rasa malu karena Nazi telah membunuh enam juta warga Yahudi.  Jerman terlihat sangat dekat dengan Israel ketika Merkel menjabat kanselir pada 2005. Israel mengaku bergantung pada Jerman dalam upaya diplomatik untuk mencegah Iran memproduksi senjata nuklir.

"Kami mampu membuka bab baru dalam hubungan Jerman-Israel. Kami berpihak ke Israel dan karena itu berpihak juga pada perundingan damai," kata Merkel kepada televisi Jerman. Ia mengesampingkan anggapan bahwa keberpihakan itu akan membiaskan sikap Jerman terhadap Palestina.

Hari pertama kunjungan Merkel di Israel itu tidak begitu menarik perhatian masyarkat setempat. Berita-berita di televisi dan koran pun lebih banyak mengulas krisis ekonomi di Amerika Serikat. Namun pada hari kedua, ketika Merkel mengucapkan dukungan itu, perhatian kepadanya pun membeludak.

Israel dan Jerman membuka hubungan diplomatik pada 1965, dua dekade setelah berakhirnya Perang Dunia II. Sejak itu, Jerman menjadi rekan dagang kedua terbesar Israel dan membayar 40 miliar dolar pada korban holokaus yang masih hidup.(AP)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau