YERUSALEM, RABU - Kanselir Jerman Angela Merkel mendapat tepuk tangan bergemuruh usai berjanji mendukung Israel melawan segala ancaman, khususnya dari Iran.
Dalam sambutan yang emosional, Selasa (18/3), Merkel mengatakan warga Jerman masih dilanda rasa malu karena Nazi telah membunuh enam juta warga Yahudi. Jerman terlihat sangat dekat dengan Israel ketika Merkel menjabat kanselir pada 2005. Israel mengaku bergantung pada Jerman dalam upaya diplomatik untuk mencegah Iran memproduksi senjata nuklir.
"Kami mampu membuka bab baru dalam hubungan Jerman-Israel. Kami berpihak ke Israel dan karena itu berpihak juga pada perundingan damai," kata Merkel kepada televisi Jerman. Ia mengesampingkan anggapan bahwa keberpihakan itu akan membiaskan sikap Jerman terhadap Palestina.
Hari pertama kunjungan Merkel di Israel itu tidak begitu menarik perhatian masyarkat setempat. Berita-berita di televisi dan koran pun lebih banyak mengulas krisis ekonomi di Amerika Serikat. Namun pada hari kedua, ketika Merkel mengucapkan dukungan itu, perhatian kepadanya pun membeludak.
Israel dan Jerman membuka hubungan diplomatik pada 1965, dua dekade setelah berakhirnya Perang Dunia II. Sejak itu, Jerman menjadi rekan dagang kedua terbesar Israel dan membayar 40 miliar dolar pada korban holokaus yang masih hidup.(AP)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang