Jago Ditolak, Kantor KPU Dirusak

Kompas.com - 20/03/2008, 15:53 WIB

Laporan: Andi Syahrir, tribuntimurcom@yahoo.com
GORONTALO, KAMIS-
Ribuan orang merusak Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Gorontalo, Kamis (20/3) siang, menyusul penolakan calon pasangan wali kota dan wakil wali kota yang mereka usung.
 
Sekitar 4.000 orang pendukung pasangan AW Thalib dan Yani Surtinoyo (WAHYU) mendatangi kantor KPU sekitar pukul 14.00 Wita. Dilansir Antara, meski telah dipasangi pasar kawat berduri oleh aparat keamanan dan dijaga ketat personel keamanan gabungan, massa berhasil menembus rintangan di halaman Kantor KPU pada pukul 14.30 Wita.

Massa kemudian melempari kantor tersebut dengan batu, sehingga seluruh kaca jendela Kantor KPU pecah. Sejumlah petugas keamanan mengeluarkan tembakan peringatan, sehingga salah seorang demonstran bernama Wiwin diduga terkena peluru nyasar dan dilarikan ke Rumah Sakit Aloei Saboe.

Hingga berita ini diturunkan massa masih berada di kompleks KPU dan untuk sementara berhasil dihalau keluar oleh petugas keamanan ke luar halaman kantor.

Massa WAHYU merusak kantor KPU karena mereka tak mau menerima keputusan KPU yang menggugurkan paket WAHYU, dengan alasan yang mereka nilai tidak masuk akal.(*)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau