Intip Paspor Obama, Pegawai Deplu Dipecat

Kompas.com - 21/03/2008, 10:02 WIB

WASHINGTON, JUMAT - Dua pegawai kontrak di Departemen Luar Negeri AS dipecat dan satu orang lagi dikenai sanksi disiplin karena memeriksa berkas paspor Barack Obama secara tidak sah.

Juru bicara Departemen Luar Negeri Sean McCormack mengatakan lembaga itu mencium adanya 'keingintahuan yang tidak pantas' yang terjadi pada 9 Januari, 21 Februari dan 14 Maret itu. Ia menolak mengungkap nama ketiga orang itu.
       
"Kami yakin itu keingintahuan yang tidak sopan, jadi kami mengambil langkah untuk memastikan bahwa itulah yang sebenarnya terjadi," McCormack, Kamis (20/3) atau Jumat (21/3) waktu Indonesia.
       
Bill Burton, juru bicara Obama, calon presiden dari Partai Demokrat itu, minta penyelidikan yang tuntas. Menurutnya, kejadian itu merupakan pelanggaran yang kurang ajar atas privasi dan keamanan, bahkan ini ditunjukkan pemerintah yang memang tidak menghargai itu delapan tahun terakhir. "Tugas pemerintah kita adalah melindungi informasi pribadi warganya, bukan menggunakan itu untuk tujuan politik," kata Burton.
       
Burton menambahkan, ini merupakan persoalan serius yang harus dituntaskan melalu investigasi. "Kami ingin tahu siapa yang ingin tahu siapa yang memeriksa paspor Senator Obama, untuk apa dan mengapa butuh waktu begitu lama untuk mengetahui ada pelanggaran keamanan," katanya.
       
McCormack mengatakan, hingga kini belum jelas apakah tenaga kontrak itu telah melihat catatan itu atau apa yang mereka cari. Ia juga mengatakan tidak tahu nama perusahaan yang menyediakan tenaga kerja itu.
       
Departemen Luar Negeri memberitahu kantor senat Obama soal pelanggaran itu dan dijadwalkan ada penjelasan terhadap para staf Obama, Jumat (21/3).(AP)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau