WASHINGTON, JUMAT - Dua pegawai kontrak di Departemen Luar Negeri AS dipecat dan satu orang lagi dikenai sanksi disiplin karena memeriksa berkas paspor Barack Obama secara tidak sah.
Juru bicara Departemen Luar Negeri Sean McCormack mengatakan lembaga itu mencium adanya 'keingintahuan yang tidak pantas' yang terjadi pada 9 Januari, 21 Februari dan 14 Maret itu. Ia menolak mengungkap nama ketiga orang itu.
"Kami yakin itu keingintahuan yang tidak sopan, jadi kami mengambil langkah untuk memastikan bahwa itulah yang sebenarnya terjadi," McCormack, Kamis (20/3) atau Jumat (21/3) waktu Indonesia.
Bill Burton, juru bicara Obama, calon presiden dari Partai Demokrat itu, minta penyelidikan yang tuntas. Menurutnya, kejadian itu merupakan pelanggaran yang kurang ajar atas privasi dan keamanan, bahkan ini ditunjukkan pemerintah yang memang tidak menghargai itu delapan tahun terakhir. "Tugas pemerintah kita adalah melindungi informasi pribadi warganya, bukan menggunakan itu untuk tujuan politik," kata Burton.
Burton menambahkan, ini merupakan persoalan serius yang harus dituntaskan melalu investigasi. "Kami ingin tahu siapa yang ingin tahu siapa yang memeriksa paspor Senator Obama, untuk apa dan mengapa butuh waktu begitu lama untuk mengetahui ada pelanggaran keamanan," katanya.
McCormack mengatakan, hingga kini belum jelas apakah tenaga kontrak itu telah melihat catatan itu atau apa yang mereka cari. Ia juga mengatakan tidak tahu nama perusahaan yang menyediakan tenaga kerja itu.
Departemen Luar Negeri memberitahu kantor senat Obama soal pelanggaran itu dan dijadwalkan ada penjelasan terhadap para staf Obama, Jumat (21/3).(AP)