JAKARTA, JUMAT - Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla membantah bahwa dia tidak menjemput Presiden dari kunjungan di luar negeri karena dilarang. Kalla mengatakan itu hanya persoalan perubahan aturan protokoler.
Kalla mengatakan ia tidak menjemput karena ada aturan baru protokoler, jika Presiden pulang dari kunjungan ke luar negeri, cukup dijemput oleh musyawarah pimpinan daerah (Muspida) DKI Jakarta. "Cukup yang jemput unsur Muspida dan tak perlu lagi Wapres dan para menteri. Ini sesuai dengan aturan protokol baru jika Presiden jika pulang cukup dijemput Gubernur DKI, Panglima Kodam dan Kapolda," ujar Wapres Kalla, menjawab pertanyaan Kompas dengan pesan layanan singkat (SMS), Jumat (20/3) sore.
Tentang isu yang beredar bahwa Yudhoyono kecewa dan marah akibat Sidang Paripurna DPR menolak calon Gubernur BI yang diajukannya, Wapres Kalla menyatakan tidak benar. Kamis malam, pukul 19.30 WIB di Bandar Udara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Presiden Yudhoyono dan rombongan tiba kembali di Tanah Air. Selama 10 hari, Presiden melakukan kunjungan kenegaraan di empat negara seperti Iran, Senegal, Afrika Selatan dan Dubai.
Selama ini, lazimnya, jika Presiden pergi atau pulang dari kunjungan ke luar negeri, Wapres Kalla beserta sejumlah menteri utama, biasanya mengantar dan menjemput. Sebelumnya, menurut sumber Kompas, Rabu (19/3) malam, Wapres dan sejumlah pejabat menteri, disebutkan memang tidak menjemput Presiden karena hari libur.
Ditanya apa alasannya Presiden tak mau dijemput Wapres Kalla dan para pembantunya, sumber itu hanya menyebutkan bahwa alasannya karena hari ini merupakan hari libur nasional. Namun, menurut sumber Kompas lainnya, disebut-sebut bahwa Presiden memang tidak ingin dijemput oleh para pembantunya . Alasannya, Presiden Yudhoyono sekarang ini masih agak kecewa dengan penolakan calon Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo dan Raden Pardede oleh DPR di Komisi XI dan Sidang Paripurna DPR, pekan lalu.
Salah seorang pejabat tinggi yang dihubungi Kompas, Kamis siang tadi, malah terkejut ketika disebutkan bahwa dirinya pasti tidak akan menjemput Presiden. "Kok tahu kalau kita tidak menjemput Presiden? Karena, memang diminta tidak diminta menjemput," papar seorang pejabat tinggi itu, yang siap-siap berangkat ke Bandung.
Dari sumber Kompas yang lain, diperoleh informasi bahwa Rabu siang kemarin, Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi telah menghubungi Wapres Kalla dan menyampaikan pesan Presiden agar Wapres bersama sejumlah menteri tidak perlu menjemput Presiden pulang dan mendarat di Bandar Udara Halim.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang