Konversi Mitan ke Elpiji Tak Signifikan terhadap APBN

Kompas.com - 22/03/2008, 13:59 WIB

JAKARTA, SABTU - Anggota panitia anggaran Komisi VII DPR, Isma Yatun mengatakan, program konversi minyak tanah ke elpiji yang telah digulirkan pemerintah selama 6 bulan belakangan ini ternyata tak terlalu signifikan terhadap APBN. Hitung-hitungannya, hanya 5,6 persen dari seluruh subsidi BBM sebesar Rp90 triliun.

"Sebenarnya, pengalihan minyak tanah ke elpiji hanya 5,6 persen dari seluruh subsidi BBM. Jadi tidak terlalu signifikan. Bayangin, subsidi BBM 90 triliun, mitan hanya 5,6 persen nya," ujar Isma, Sabtu (22/3). Ia mengatakan hingga saat ini pihaknya belum melihat dampak baik dari program tersebut. Justru, dampaknya terjadi antrean panjang masyarakat untuk mendapatkan minyak tanah.

Hingga 6 bulan berjalan, lanjut dia, program tersebut tidak memberikan solusi namun menambah persoalan masyarakat. "Contohnya, waktu pertama kali diluncurkan, 60 persen minyak tanah ditarik dari daerah berakibat antrean ibu-ibu yang bisa memecahkan rekor MURI," kata kader PDIP ini.

Awal peluncuran program tersebut, DPR telah mengusulkan agar dilakukan pendataan terhadap pemakai minyak tanah. Dan penarikan terhadap stok minyak tanah juga harus ditentukan daerah-daerah mana yang terlebih dahulu mendapat giliran penarikan.

"Jangan sampai infrastruktur pengalihan juga tidak siap, yang ada justru kesemrawutan. Pengalihan ini bukan perkara gampang, bahwa ada distribusi yang tidak sampai ke daerah, itu belum dipikirkan. Menyelematkan APBN harus dengan cara yang lebih baik, tidak menyengsarakan rakyat," katanya.

Solusi terbaik, yang pertama-tama harus dilakukan pemerintah adalah melakukan penghematan secara efisien dengan menekan pemakaian solar dari industri yang tingkatan pemakaiannya cukup tinggi. Oleh karenanya, dengan langkah pemerintah yang justru menarik minyak tanah bersubsidi, menurut Isma tak masuk akal. "Kami sudah berusaha memberikan pandangan. Ini malah katanya per 1 Mei Jakarta tidak ada minyak tanah. Kata saya, non sense," pungkas dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau