Wenger Belum Menyerah, Grant Makin Semangat

Kompas.com - 24/03/2008, 03:22 WIB

LONDON, SENIN - Meski Manchester United makin kokoh di puncak klasemen setelah menang 3-0 atas Liverpool dan Arsenal dikalahkan Chelsea 1-2, namun bukan berarti MU akan dibiarkan melenggang. Arsenal belum menyerah, sementara itu Chelsea yang kini berada di urutan kedua semakin bersemangat untuk terus melaju.

Hasil di pekan ke-31 membuat MU di puncak klasemen mengantongi nilai 73. Chelsea di tempat kedua mengancam dengan nilai 68 dan Arsenal di urutan ketiga tetap dengan nilai 67.

Pelatih Arsenal, Arsene Wenger mengaku kecewa atas kekalahan timnya dari Chelsea. Sebab, Arsenal yang di awal kompetisi terus memimpin klasemen, kini tertinggal enam poin dari MU. Meski begitu, Wenger bertekad akan terus bermain sebaik mungkin sampai persaingan berakhir.

"Tentu, ini kemunduran yang cukup memukul. Tapi, sekarang kami harus terus bermain bagus dan memenangkan setiap pertandingan, sebelum memimpikan gelar juara. Saya yakin, kami punya kekuatan untuk juara, tapi saat ini kami tertinggal enam poin dari MU," aku Wenger.

Meski begitu, Wenger belum menyerah. Yang penting sekarang, bagaimana terus memenangkan pertandingan. "Kami harus berusaha memenangkan setiap pertandingan berikutnya, setelah itu baru bicara soal gelar juara. Yang pertama, kami harus lebih tangguh dalam bertahan," jelasnya.

"Para pemain Arsenal juga sangat kecewa. Mereka telah berjuang keras dan memberikan segalanya, tapi harus pulang tanpa membawa nilai. Saya rasa, pekan ini Alex Ferguson meraih kemenangan besar," katanya.

Menurut Wenger, pada pertandingan lawan Chelsea, gol pertama Didier Drogba berbau offside. Meski begitu, dia lebih memprihatinkan lini pertahanan Arsenal yang menurutnya pada pertandingan itu sangat lemah.

"Saya berani katakan, kami sedikit kurang untung. Sebab, gol pertama Drogba sebenarnya berbau offside. Ini sangat memengaruhi keseluruhan pertandingan. Kami sering diperlakukan buruk dalam beberapa pertandingan terakhir," ujar Wenger.

Menurut Wenger, seharusnya timnya bisa memenangkan pertandingan. Permainan Arsenal sangat bagus dan mampu menekan lawan dengan baik pula. "Sayangnya, kami kehilangan konsentrasi dan harus dibayar mahal. Kekalahan itu sangat sulit diterima, karena kami bermain bagus dan menguasai pertandingan," tambahnya.

Meski begitu, Wenger tak memungkiri ada kelemahan di kubunya. Terutama lini pertahanan yang tak kunjung membaik. Ini yang membuat Arsenal begitu mudah dibobol lawan. "Saya kira, kami punya masalah di lini belakang. Kami sering mudah dibobol lawan, seperti kala melawan Middlesbrough dan Aston Villa," keluh Wenger.

Sementara itu pelatih Chelsea, Avram Grant mengatakan, perebutan gelar juara masih panjang. Kemenangan atas Arsenal membuat timnya akan semakin bersemangat untuk mengejar prestasi tertinggi tersebut. Apalagi, timnya punya kecenderungan membaik, setelah kalah di Piala Liga.

"Saya tak tahu apakah kami akan menjuarai kompetisi ini atau tidak. Yang pasti, kami akan melakukan yang terbaik untuk meraihnya. Kami sekarang membaik. Sejak kalah di Piala Liga, kami sudah mencetak 20 gol di semua kompetisi. Sekitar 80 persen pertandingan kami memberi hasil positif," kata Avram Grant.

Grant malah berani berjanji akan membawa Chelsea semakin menyerang dan meraih produktivitas yang lebih tinggi. Sebab, hanya dengan demikian Chelsea bisa meraih hasil positif dan terus membuka peluang untuk juara.

"Saya berjanji akan terus menerapkan permainan menyerang. Kami telah melakukannya dan nyatanya mampu menghasilkan banyak gol. Bagi saya, cara bermain lebih penting daripada lainnya," jelasnya.

Keyakinan itu semakin kuat, karena striker Didier Drogba kembali menemukan permainan terbaiknya. Dua gol ke gawang Arsenal adalah bukti, sekaligus membuat Grant bahagia. Sebab, dia bisa menerapkan permainan menyerang dengan lebih sempurna.

"Sejak kembali dari Piala Afrika, Didier Drogba sempat kehilangan bentuk permainannya. Maklum, dia harus bermain di tempat yang kelembabannya tinggi. Tapi, kini dia semakin membaik dan segera menemukan permainan terbaiknya pula," tambahnya. (RTR/HPR)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau