SEACEN: Permintaan Domestik Redam Dampak Pelambatan Ekonomi

Kompas.com - 24/03/2008, 06:31 WIB

JAKARTA,SENIN - Para gubernur bank sentral negara-negara Asia Pasifik (SEACEN) menyatakan dampak pelambatan ekonomi dunia akan dapat diredam oleh permintaan domestik dari negera-negara Asia Pasifik. Demikian komunike  pers dari pertemuan Gubernur-Gubernur Bank Sentral Asia Tenggara (SEACEN) ke 43 dan Pertemuan Dewan Gubernur SEACEN ke 27 yang yang berlangsung akhir pekan lalu di Jakarta.

SEACEN menyebutkan pertumbuhan ekonomi dunia diperkirakan akan melambat. Sementara, pertumbuhan ekonomi di AS diperkirakan akan melambat secara lebih tajam seiring dengan berlanjutnya krisis sub-prime. Demikian juga di wilayah Uni Eropa, pertumbuhan ekonomi di 2008 dan 2009 diperkirakan juga akan melambat walaupun masih dalam laju yang moderat dengan diikuti pula oleh prospek inflasi yang lebih tinggi.

Namun SEACEN menegaskan, sampai saat ini dampak krisis keuangan di AS terhadap perekonomian Asia masih terbatas. "Walaupun kawasan Asia akan mendapat imbas dari meningkatnya risiko dalam perekonomian global, dampaknya diperkirakan akan dapat diredam oleh permintaan domestik yang kuat dan peningkatan perdagangan antar negara di Asia," sebut komunike pers.

Pada kesempatan itu para gubernur juga menilai pendalaman sektor keuangan (financial deepening) di negara-negara anggota SEACEN, telah ditandai oleh struktur yang semakin terdiversifikasi,  berkembang dari sistem keuangan yang terpusat pada perbankan menjadi sistem keuangan berdasarkan pasar yang lebih canggih.

Perkembangan tersebut diharapkan dapat terus berlanjut walaupun dalam turbulensi keuangan internasional sebagaimana yang terjadi akhir-akhir ini. "Lembaga-lembaga keuangan yang lebih kuat dan  risiko yang semakin terdiversifikasi akan dapat memperkuat ketahanan  ekonomi suatu negara terhadap gejolak," sebutnya.

Namun demikian, para gubernur berpendapat, pendalaman sektor keuangan harus dilakukan dengan urutan langkah-langkah (sequencing) yang tepat. Para bubernur menggarisbawahi adanya risiko ekses likuiditas dan kompleksitas yang berlebihan jika inisiatif pendalaman sektor keuangan dilakukan tanpa adanya kerangka kerja pengawasan yang memadai dan pengaturan yang kuat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau