SINGAPURA, SENIN - Kepercayaan bisnis di Singapura telah menyusut ke level terendah sejak akhir 2004, demikian menurut sebuah survei, Senin (24/3).
Sementara penjualan dan laba perusahaan dalam tiga bulan terakhir 2007 sebagian besar tidak berubah, prospek telah turun tajam untuk enam bulan berikutnya, survei The Business Times dan SIM University mengungkapkan seperti dikutip dari Antara.
Survei menunjukkan bahwa prospek neraca bersih bisnis - atau perbedaan antara persentase perusahaan yang optimis dan pesimis - turun menjadi 20 persen dari 39 persen. "Perusahaan-perusahaan kemungkinan lebih pesimistis karena prospek suram ekonomi di AS, diiringi pasar saham yang rapuh dan melemah serta melonjaknya harga minyak," kata Chow Kit Boey, direktur survei kuartalan terhadap 128 perusahaan.
Sekitar 71 persen dari perusahaan-perusahaan tersebut memiliki kegiatan usaha di luar negeri.
Perusahaan besar dan lokal mencatat penurunan lebih banyak. Sementara perusahaan asing lebih banyak yang naik.
Perusahaan-perusahaan asing mencatat kinerja terbaik untuk tiga bulan, dengan sebagian besar meningkat dalam neraca bersih untuk penjualan, laba dan pesanan. Perusahaan-perusahaan lokal menunjukkan penurunan terbesar. Vietnam menjadi tujuan investasi paling menguntungkan, kata survei. China dan India menjadi tujuan investasi menarik lainnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang