Laporan wartawan Kompas Suhartono
JAKARTA, SENIN- Untuk membantu pendanaan infrastruktur di Indonesia, Bank Dunia menyatakan akan berkomitmen membantu mendanai sebagian kecil biaya yang dibutuhkan, khususnya untuk pembangunan infrastruktur energi senilai 500 juta dollar AS atau setara dengan Rp 4,5 triliun.
Demikian disampaikan Country Director Bank Dunia untuk Indonesia Joachim Von Amsborg menjawab pers seusai bersama Vice Presiden Bank Dunia untuk Wilayah Asia Timur James W Adams bertemu Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla di Istana Wapres, Jakarta, Senin (24/3) siang ini.
Menurut Joachim, kebutuhan dana bagi pembangunan infrastruktur di Indonesia sangat besar dan jangka panjang. Selain adanya komitmen bantuan Bank Dunia, Indonesia bisa mendapatkan pendanaan dengan berbagai cara di antaranya dengan pinjaman dari dalam negeri berupa penjualan surat utang negara (SUN) atau obligasi.
"Dengan pembangunan infrastruktur, Indonesia akan bisa menyerap tenaga kerja dan peningkatan investasi jangka panjang, untuk mengurangi kemiskinan," harap James.
James menyatakan, pertemuannya dengan Wapres Kalla terkait rencana pengakhiran Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh. "Bank Dunia dengan pendanaan Trust Fund-nya akan tetap membantu rehabilitasi Aceh," ujar James.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang