JAKARTA, SENIN - Menteri Kehutanan MS Kaban mengatakan investasi yang ditanamkan untuk restrukturisasi industri kehutanan di tanah air mencapai Rp2 triliun. "Data yang masuk sudah ada investasi hampir Rp2 triliun untuk melakukan perbaikan-perbaikan mesin sekaligus meningkatkan kapasitas produksi," kata Kaban di Jakarta, Senin (24/3) seperti dikutip dari Antara.
Kaban mengatakan saat ini industri kehutanan sudah mulai memanfaatkan hasil dari hutan tanaman. Total kesediaan bahan baku industri kehutanan dari hutan tanaman sendiri mencapai 45 juta meter kubik. "Jadi kalau dari potensi Jatah Produksi Tebangan 2008 mencapai 9,1 juta meter kubik, dan total kesediaan bahan baku 45 juta meter kubik, berarti suplai dari hasil tanaman lumayan besar 36 juta meter kubik," ujar Kaban.
Menurut dia, ketersedian bahan baku bagi industri kehutanan tanah air cukup baik karena untuk hutan tanaman 2003 sudah dapat dipanen pada 2010 nanti.
Namun demikian, Kaban menyayangkan beberapa waktu lalu industri kehutanan tanah air kalah tender dengan industri kehutanan Malaysia yang bisa menghasilkan kayu bangkirai dengan harga yang lebih murah.
Yang lebih memprihatinkan, menurut Kaban, dunia mau membeli kayu bangkirai asal Malaysia tersebut. Hal tersebut dianggap tidak adil karena dalam waktu yang sama dunia selalu mengingatkan Indonesia masalah illegal logging. "Nggak adil dong, seharusnya dunia tidak membelilah, kalau mau, (dunia) menggunakan kayu alam yang legal," katanya.
Menurut Kaban, masalah kayu dari Malaysia tadi harus dilihat dari kapasitas hutan alam menyuplai, luas hutan alam yang memproduksi, berapa yang dapat gunakan setiap tahun, sehingga jika diaudit pasti dapat terlihat bahwa sumber kayunya bukan dari dalam negeri.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang