Investasi Restrukturisasi Industri Kehutanan Rp2 Triliun

Kompas.com - 24/03/2008, 15:49 WIB

JAKARTA, SENIN - Menteri Kehutanan MS Kaban mengatakan investasi yang ditanamkan untuk restrukturisasi industri kehutanan di tanah air mencapai Rp2 triliun. "Data yang masuk sudah ada investasi hampir Rp2 triliun untuk melakukan perbaikan-perbaikan mesin sekaligus meningkatkan kapasitas produksi," kata Kaban di Jakarta, Senin (24/3) seperti dikutip dari Antara.
    
Kaban mengatakan saat ini industri kehutanan sudah mulai memanfaatkan hasil dari hutan tanaman. Total kesediaan bahan baku industri kehutanan dari hutan tanaman sendiri mencapai 45 juta meter kubik.  "Jadi kalau dari potensi Jatah Produksi Tebangan 2008 mencapai 9,1 juta meter kubik, dan total kesediaan bahan baku 45 juta meter kubik, berarti suplai dari hasil tanaman lumayan besar 36 juta meter kubik," ujar Kaban.
    
Menurut dia, ketersedian bahan baku bagi industri kehutanan tanah air cukup baik karena untuk hutan tanaman 2003 sudah dapat dipanen pada 2010 nanti.
    
Namun demikian, Kaban menyayangkan beberapa waktu lalu industri kehutanan tanah air kalah tender dengan industri kehutanan Malaysia yang bisa menghasilkan kayu bangkirai dengan harga yang lebih murah.
    
Yang lebih memprihatinkan, menurut Kaban, dunia mau membeli kayu bangkirai asal Malaysia tersebut. Hal tersebut dianggap tidak adil karena dalam waktu yang sama dunia selalu mengingatkan Indonesia masalah illegal logging. "Nggak adil dong, seharusnya dunia tidak membelilah, kalau mau, (dunia) menggunakan kayu alam yang legal," katanya.
    
Menurut Kaban, masalah kayu dari Malaysia tadi harus dilihat dari kapasitas hutan alam menyuplai, luas hutan alam yang memproduksi, berapa yang dapat gunakan setiap tahun, sehingga jika diaudit pasti dapat terlihat bahwa sumber kayunya bukan dari dalam negeri.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau