Retail Migas Oilpods Singapura Bidik Pengusaha Malang

Kompas.com - 24/03/2008, 19:28 WIB

MALANG, SENIN - Perusahaan retail minyak dan gas (migas) Oilpods Singapura membidik pengusaha dan investor Kota Malang. Mereka menawarkan kepada para pengusaha Malang untuk terjun di bisnis minyak dengan membeli sumur-sumur minyak di Amerika.

Demikian dituturkan Anwar Eddy Hartono, Country Representative dan Susi Susiatin, Asistant Vice President Oilpods Indonesia, Senin (24/3) di Malang. "Kami mau memberikan alternatif bagi pengusaha, investor, dan penabung di Malang untuk memperoleh pendapatan melalui bisnis migas," tutur Eddy.

Menurut Eddy, pengusaha dan investor Kota Malang cukup potensial terjun dalam dunia ini. "Pengusaha Kota Malang memiliki potensi untuk terjun di migas. Sebab dari 300-an klien kami sebelumnya, kurang dari 5 persennya berasal dari Malang. Artinya, Malang pun cukup potensial," ujar Eddy.

Tahun 2008 ini menurut Eddy, Oilpods PT Berkat Lestari (perusahaan Oilpods di Indonesia) menargetkan bisa menaikkan investor dari Malang menjadi 5-10 persen.

Oilpods PT Berkat Lestari menawarkan kepemilikan sumur-sumur minyak melalui proyek-proyek di Amerika. Saat ini yang ditawarkan adalah sumur minyak Biamante yang terletak di Goliat County Texas. Di mana di sana terdapat 25 sumur gas dengan kapasitas produksi 140 Mcf/sumur/hari dengan masa kerja sumur mencapai waktu 12-20 tahun.

Investor yang menanamkan modal di bisnis migas ini menurut Eddy akan mendapatkan sertifikat kepemilikan sumur oleh pemerintah bagian AS di mana sumur itu berada, dan menerima surat perjanjian antara investor dengan Powder River Petroleum International (di mana Oilpods merupakan agensinya) sebagai drilling company yang sudah tercatat di New York.

Susi mengatakan, pengusaha yang dijaring minimal menyertakan modal sebesar 50.000 dollar AS. Investor akan mendapatkan keuntungan selama minimal 12 tahun dan maksimal 20 tahun dari produksi sumur minyak tersebut (26 persen dari total biaya pengelolaan 10,5 juta dollas AS).

"Dengan harga minyak yang melambung seperti sekarang ini, maka diperkirakan break event point (BEP) (kembali modal) bisa dicapai minimal selama tiga tahun . Namun kalau harga minyak terus naik, maka BEP bisa semakin cepat dicapai," imbuh Susi. (DIA)    

 

 

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau