Mascherano Terancam Hukuman Lebih Berat

Kompas.com - 24/03/2008, 20:41 WIB

LONDON, SENIN - Pemain tengah Liverpool, Javier Mascherano, bakal menghadapi hukuman yang lebih berat lagi akibat kartu merah yang diterima ketika The Reds lawan Manchester United (MU). Menurut jurubicara FA, Mascherano hampir pasti dijatuhi hukuman absen lebih dari satu pertandingan.

Dalam duel MU vs Liverpool di Old Trafford, Minggu (23/3) yang berkesudahan 3-0 bagi tuan rumah, Mascherano diganjar kartu merah. Hukuman berat itu dia terima karena dua kali mendapat kartu kuning.

Kartu kuning pertama dia terima karena melanggar Paul Scholes. Setelah itu, mantan pemain West Ham United itu kembali mendapat ganjaran serupa karena memprotes keputusan wasit Steve Bennett yang mengkartukuning Fernando Torres satu menit menjelang jeda.

Sebenarnya, Mascherano otomatis absen dalam satu pertandingan. Tapi yang membuat FA bakal menghukum lebih berat Mascherano adalah sikapnya setelah diganjar kartu kuning yang disusul dengan kartu merah.

Mendapat acungan kartu merah, gelandang Argentina tersebut bukannya langsung meninggalkan lapangan, namun dia malah berniat melanjutkan protesnya. Tetapi niatnya itu tak kesampaian karena para pemain dan staf Liverpool, termasuk oleh manajer Rafael Benitez, menghentikan aksinya.

"Ketika pemain menolak untuk meninggalkan lapangan dengan segera, kami harus melanjutkan mekanisme hukumannya. Kami bisa melakukan sesuatu yang tidak dilihat oleh wasit," ungkap jurubicara FA, Andrin Cooper, Senin (24/3).

"Wasit telah melakukan apa yang bisa dia lakukan. Sementara itu kami akan melihat lebih jauh apa yang di luar hukumannya. Namun, untuk saat ini kami belum bisa mengatakan apa pun sampai dengan besok (Selasa)," tambah Cooper. (RTR/LOU)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau