Pemain Cuek Soal Kontrak Donadoni

Kompas.com - 25/03/2008, 09:59 WIB

MADRID, SELASA - Keputusan Roberto Donadoni untuk melepas jabatan timnas Italia usai Euro 2008 ternyata ditanggapi dingin oleh pemainnya. Gennaro Gattuso, misalnya, lebih suka Donadoni mengemban misi di Austria-Swiss, Juni nanti, daripada berbicara soal tawaran perpanjangan kontraknya.

"Saya hanya dapat mengatakan kepadanya (Donadoni) untuk menatap ke depan dan tidak memikirkan hal itu (soal kontrak pelatih). Dia sebaiknya berkonsentrasi bagaimana cara membuat Italia bermain baik dan setelah itu barulah memikirkan kontraknya," kata gelandang AC Milan tersebut.

Donadoni memang sempat ditawari perpanjangan kontrak yang akan berakhir Juli nanti. Namun, Donadoni secara tegas menolak perpanjangan itu. Dengan demikian, jelas sudah teka-teki soal kepelatihannya usai laga dua tahunan di Eropa tersebut. Sebelumnya, ada kabar bahwa mantan gelandang AC Milan itu akan tetap memilih menjadi arsitek Azzurri asalkan lolos semifinal Euro 2008.

"Saya mendapat tawaran untuk memperbarui kontrak dan saya bilang tidak karena saya tidak berminat dengan kontrak ini," kata pelatih berusia 44 tahun itu.

Jelang pemanasan melawan Spanyol, Rabu (26/3), Donadoni melakukan langkah mengejutkan. Dia tidak membawa striker Juventus Alessandro Del Piero. Hal yang sama juga diberlakukannya kepada Antonio Cassano, striker temperamental yang kini bermain untuk Sampdoria itu.

Sebagai gantinya, Donadoni memilih pemain-pemain muda semacam Vicenzo Iaquinta. Satu pemain gaek yang masih dipakainya adalah Luca Toni. Meski usianya sudah berkepala tiga, striker Bayer Munich itu menunjukkan dirinya masih tetap tajam di lini depan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau