Cagub Minimal Ber-KTP Jateng Tiga Tahun

Kompas.com - 25/03/2008, 12:19 WIB

SEMARANG, SELASA- Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah Semarang, Selasa (25/3) ini menggelar unjuk rasadi depan gedung KPUD Jateng. Selain menolak calon gubernur/wakil gubernur yang berindikasi korup, mereka juga meminta agar calon gubernur periode 2008-2013 harus memiliki kartu tanda penduduk (KTP) Jateng minimal tiga tahun terakhir. 

Dalam orasinya, Ketua KAMMI Daerah Semarang Muhith Harahap juga menyampaikan beberapa kriteria lainnya yang harus dipenuhi cagub maupun calon wakil gubernur (cawagub). Kriteria cagub dan cawagub versi KAMMI ini, di samping ber-KTP Jateng minimal tiga tahun terakhir juga tidak sebagai tersangka kasus korupsi, bukan makelar anggaran, tidak militeristik, dan memiliki jejak rekam kepemimpinan yang baik dan bebas kasus KKN.

Menurut koordinator aksi, Yudi, bakal calon gubernur yang sekarang ini muncul di permukaan masih jauh dari harapan. "Dari track record yang ada pada masing-masing calon, banyak yang belum berpihak pada nasib rakyat," katanya menandaskan.

Selain itu, ada beberapa calon yang ketika masih memegang tampuk pemerintahan diduga melakukan makelar anggaran. Anggaran yang seharusnya digunakan untuk kesejahteraan rakyat, ternyata digunakan kampanye dan sosialisasi untuk kepentingan pencalonan dirinya menjadi Gubernur Jateng.

Sejauh ini, nama yang sudah muncul ke permukaan sebagai bakal calon antara lain mantan Pangdam IV Diponegoro Letjen (Purn) Bibit Waluyo yang akan berpasangan dengan Bupati Kebumen Rustriningsih, Bambang Sudono (Ketua DPD Partai Golkar Jateng)-HM Adnan (Ketua PWNU Jateng), Sukawi Sutarip (Wali Kota Semarang/Ketua DPD Partai Demokrat)-Sudharto (Ketua PGRI Jateng).

Pasangan lain yang baru mendeklarasikan diri kemarin adalah HM Tamzil (Bupati Kudus)-Abdul Rozaq  Rais (Ketua DPW PAN Jateng). Sedangkan pasangan lain yang juga sudah disebut-sebut dan dalam waktu dekat akan dideklarasikan adalah mantan Pangdam IV Diponegoro Mayjen (purn) Agus Suyitno yang akan berpasangan dengan Bupati Wonosobo Kholiq Arief. (ANT)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau