SEMARANG, SELASA- Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah Semarang, Selasa (25/3) ini menggelar unjuk rasadi depan gedung KPUD Jateng. Selain menolak calon gubernur/wakil gubernur yang berindikasi korup, mereka juga meminta agar calon gubernur periode 2008-2013 harus memiliki kartu tanda penduduk (KTP) Jateng minimal tiga tahun terakhir.
Dalam orasinya, Ketua KAMMI Daerah Semarang Muhith Harahap juga menyampaikan beberapa kriteria lainnya yang harus dipenuhi cagub maupun calon wakil gubernur (cawagub). Kriteria cagub dan cawagub versi KAMMI ini, di samping ber-KTP Jateng minimal tiga tahun terakhir juga tidak sebagai tersangka kasus korupsi, bukan makelar anggaran, tidak militeristik, dan memiliki jejak rekam kepemimpinan yang baik dan bebas kasus KKN.
Menurut koordinator aksi, Yudi, bakal calon gubernur yang sekarang ini muncul di permukaan masih jauh dari harapan. "Dari track record yang ada pada masing-masing calon, banyak yang belum berpihak pada nasib rakyat," katanya menandaskan.
Selain itu, ada beberapa calon yang ketika masih memegang tampuk pemerintahan diduga melakukan makelar anggaran. Anggaran yang seharusnya digunakan untuk kesejahteraan rakyat, ternyata digunakan kampanye dan sosialisasi untuk kepentingan pencalonan dirinya menjadi Gubernur Jateng.
Sejauh ini, nama yang sudah muncul ke permukaan sebagai bakal calon antara lain mantan Pangdam IV Diponegoro Letjen (Purn) Bibit Waluyo yang akan berpasangan dengan Bupati Kebumen Rustriningsih, Bambang Sudono (Ketua DPD Partai Golkar Jateng)-HM Adnan (Ketua PWNU Jateng), Sukawi Sutarip (Wali Kota Semarang/Ketua DPD Partai Demokrat)-Sudharto (Ketua PGRI Jateng).
Pasangan lain yang baru mendeklarasikan diri kemarin adalah HM Tamzil (Bupati Kudus)-Abdul Rozaq Rais (Ketua DPW PAN Jateng). Sedangkan pasangan lain yang juga sudah disebut-sebut dan dalam waktu dekat akan dideklarasikan adalah mantan Pangdam IV Diponegoro Mayjen (purn) Agus Suyitno yang akan berpasangan dengan Bupati Wonosobo Kholiq Arief. (ANT)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang