Kebijakan Insentif-Disinsentif = Kenaikan Tarif Listrik

Kompas.com - 25/03/2008, 14:13 WIB

JAKARTA, SELASA- Kebijakan pemerintah memberlakukan insentif dan disinsetif untuk menghemat energi listrik tidak akan efektif dan lebih baik dicabut. Apalagi, kebijakan ini lebih dominan mengara  pada kenaikan tarif listrik. Jika pemerintah ingin menaikkan tarif dasar listrik (TDL) lebih baik menyatakannya secara terbuka.

Menurut perhitungan Research Institute For Mining, Energy, And Environmental Reform (ReforMiner) Institute, pelanggan yang telah menerapkan pola konsumsi hemat yang ditawarkan pemerintah pun tetap akan berpotensi terkena disinsentif atau pinalti. "Jadi jika pemerintah ingin menaikkan tarif dasar listrik lebih baik diungkapkan secara terbuka ke masyarakat. Jangan pakai jalan memutar-mutar," kata Eksekutif Direktur ReforMiner Pri Agung Rakhmanto dalam konferensi pers di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Selasa, (25/3).

Konsumsi listrik masyarakat semua kelompok (R1, R2, dan R3) di Indonesia, lanjut Pri, masih dalam batas yang wajar. "Tidak bisa lagi dihemat. Jika disuruh menghemat, menghalangi masyarakat untuk maju," ujarnya.

Berkaitan dengan masih akan diberlakukannya kebijakan insentif dan disinsentif pada kelompok R3, Pri mengatakan lebih baik ditunda atau dibatalkan. "Masih ada permasalahan dalam kebijakan ini. Pemerintah harus melihat kembali tujuan kebijakan itu, apakah dengan melaksanakan kebijakan itu memenuhi target pemerintah? Kalaupun diberlakukan harus ada perhitungan ulang batas disinsentif yang diterapkan dan harus disampaikan secara terbuka dan adil," tegasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau