Banjir Lumpuhkan Ekonomi Warga Pekanbaru

Kompas.com - 26/03/2008, 14:29 WIB

PEKANBARU, RABU-Banjir yang makin meluas melanda Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, mulai melumpuhkan sendi ekonomi rakyat.

Berdasarkan pantauan, Rabu (26/3), banjir akibat luapan air Sungai Siak telah merendam puluhan kios di pasar tradisional Pasar Bawah, Pakanbaru. Para pedagang yang umumnya para penjual sayur kesulitan untuk berdagang karena tinggi air sekitar setengah meter.

Akibatnya, deretan kios tampak banyak yang tutup dan suasana pasar sepi pengunjung daripada sebelumnya.  "Aktivitas kami jadi terganggu, belum lagi sepi pembeli selama banjir ini," kata seorang penjual, Yudi (27).

Kondisi serupa juga terlihat di Kecamatan Rumbai dan Rumbai Pesisir yang sudah terendam banjir sejak lima hari lalu. Banjir di daerah pemukiman padat penduduk itu sudah mencapai ketinggian sekitar 1,5-2 meter.

Sejumlah warga mengatakan sejak banjir melanda mereka terpaksa bolos bekerja karena lebih memikirkan nasib keluarga dan harta benda mereka. Warung-warung yang berada di dalam pemukiman warga juga ditutup oleh pemiliknya dan barang dagangan terpaksa diungsikan.

"Barang dagangan saya banyak rusak karena terendam banjir yang datang sangat cepat. Kerugian saya perkirakan sudah lebih dari Rp1 juta," kata Andi (25), pedagang sembako di Kelurahan Sri Meranti, Kecamatan Rumbai.

Perajin rotan

Banjir juga membuat aktivitas perajin rotan di Jalan Yos Sudarso lumpuh akibat toko mereka terendam air. Banyak perabot rumah tangga dan keranjang parsel yang belum jadi milik perajin terbengkalai. "Banyak pesanan tidak bisa dipenuhi karena toko kebanjiran," kata seorang pekerja toko perabot rotan, Dona.

Selain itu, banjir juga mulai mengganggu aktivitas industri pengolahan karet yang berada di tepi Sungai Siak. PT Riau Crom Rubber Factory, misalnya, ratusan bahan baku olahan karet atau bokar terendam air setinggi sekitar 30 centimeter di tempat bongkar muat. "Harus cepat dipindahkan karena kalau lama bisa sulit diolah karena terlalu banyak air," kata seorang pegawai di tempat bongkar muat.

Musibah banjir di Riau terus meluas hingga di tujuh kabupaten/ kota. Daerah yang dilanda banjir antara lain Kota Pekanbaru, Dumai, Kabupaten Kampar, Kuantan Singingi, Indragiri Hulu, Rokan Hulu, dan Pelalawan. Jumlah kerugian dan total rumah yang terendam akibat bencana banjir tersebut belum diketahui. Diperkirakan banjir telah merendam sedikitnya 15.000 rumah penduduk.

Banjir sudah melanda beberapa daerah di Riau dalam tiga pekan terakhir ini dan makin meluas akibat hujan deras yang mengakibatkan empat sungai besar meluap. Sungai besar tersebut antara lain Sungai Siak, Rokan, Kampar dan Indragiri. Sementara itu, masyarakat yang bermukim di sepanjang daerah aliran sungai Kampar menderita banjir makin parah karena PLTA Kotopanjang kembali membuka pintu air pada Selasa (25/3) hingga sungai Kampar makin meluap.(ANT/ROY)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau