Presiden: Pemerintah Terus Jaga Iklim Usaha

Kompas.com - 26/03/2008, 14:52 WIB

JAKARTA,RABU - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan pemerintah akan terus menjaga iklim usaha yang kondusif sehingga pengusaha dapat berperan lebih besar dalam membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi bangsa.

Berbicara saat membuka Musyawarah Nasional ke VIII Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) di Istana Negara, Rabu, Presiden mengatakan bila iklim usaha dalam terjaga dengan baik maka para pengusaha dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang pada akhirnya mendorong tumbuhnya pajak.

"Dengan meningkatnya pajak yang dapat dikelola oleh pemerintah maka dapat mendorong bagi penciptaan kesejahteraan dan pembangunan bagi masyarakat," kata Kepala Negara.

Sementara itu Presiden Yudhoyono juga meminta pada kalangan pengusaha untuk mendorong timbulnya hubungan kerja yang baik antara pekerja dan pemilik usaha. "Bila ada permasalahan maka selesaikan dengan baik dan positif bagi keduabelah pihak," kata Presiden.

Para pengusaha juga diminta dapat memanfaatkan peluang-peluang usaha yang ada meski saat ini kondisi perekonomian global tidak menguntungkan dan juga keadaan sumber daya energi yang semakin terbatas. "Ubahlah semua hambatan itu menjadi kesempatan dan peluang untuk mengembangkan usaha," katanya.(ANT)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau