Inzaghi: Milan Tak Butuh Pemain Asing

Kompas.com - 26/03/2008, 23:34 WIB

MILAN, RABU - Dua pendapat berbeda muncul di kubu AC Milan. Jika Kaka pernah meminta Rossoneri membeli pemain-pemain dari mancanegara, Filippo Inzaghi justru ingin agar presiden Massimo Moratti tetap memakai pemain yang ada.

"Menurut pendapat saya, Milan hanya perlu melakukan sedikit modifikasi musim nanti.  Tidak ada kebutuhan perubahan besar-besaran, terutama posisi penyerang. Kami masih punya Alexandre Pato, Alberto Gilardino, dan Alberto Paloschi di sini," kata Pippo.

Tiga striker yang disebut Pippo itu memang pemain muda yang bakal jadi harapan Milan di masa depan. Namun, Gilardino dikabarkan akan hengkang dari San Siro menyusul jarang dimainkannya pemain berusia 25 tahun itu. Meskipun demikian, masih ada Marco Borriello, pemain seusia Gila yang kini bermain untuk Genoa.

Di luar pemain-pemain itu, pemain senior di atas 30 tahun seperti Pippo mendominasi kubu Milan. Mereka sebagian besar memiliki pengalaman lama di Italia. Di Milan bahkan belum ada pemain yang pernah mencicipi Liga Inggris.

"Marco Borriello bermain baik di Genoa dan saya tidak ragu-ragu untuk memanggilnya. Dia kuat, bertenaga, dan berkembang dengan baik selama musim ini," tambah Pippo.

"Saya ulangi lagi, saya tidak ingin pemain asing. Milan sudah punya pemain yang lebih kuat players dari tim manapun dan mereka hanya perlu diberi kepercayaan," tegasnya.

Sejak kekalahan dari Arsenal di Liga Champions, Milan dihangatkan oleh isu tentang rekrutmen pemain asing demi menyegarkan permainan Rossonerri. Pemain yang dikabarkan cocok di San Siro antara lain Didier Drogba, Emmanuel Adebayor, Dimitar Berbatov, dan Mario Gomez.
(CH4/LHW)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau