PARIS, KAMIS - Pertandingan antara Perancis lawan Inggris di Stade de France, paris, Kamis (27/3) berlangsung ketat. Namun, tuan rumah Perancis akhirnya memenangkan pertandingan, meski lewat hadiah penalti pada menit ke-32 melalui kaki Franck Ribery.
Hadiah penalti itu diberikan kepada Perancis, karena sebelumnya kiper David James diangap melakukan pelanggaran kepada Nicolas Anelka. Itu terjadi saat james berhadapan satu-satu dengan Anelka. Dia berusaha menangkap bola, tapi mengenai kaki Anelka hingga terjatuh.
Pertandingan itu juga menandai 100 kali penampilan David Beckham bersama timnas Inggris. Dia bermain sejak awal, meski satu jam kemudian diganti. Meski begitu, kehadirannya kembali bersama The Three Lions mendapat sambutan meriah. Tepuk tangan datang dari berbagai sektor Stade de France, termasuk dari suporter Perancis.
Sayangnya, penampilan Beckham yang masih lumayan tak mampu menginspirasi kesuksesan timnya. Beckham yang sering mengirim umpan-umpan berbahaya, selalu ditutup ruang geraknya.
Meski kalah, pealtih Inggris, Fabio Capello, tak terlalu kecewa. Apalagi, kekalahan itu akrena gol penalti. Yang penting lagi, Inggris menunjukkan kemajuan yang berarti.
"Sejujurnya, saya bahagia melihat kemajuan yang dicapai timnas Inggris. Kami melawan tim yang sangat kuat dan saya kira kami telah bermain dengan baik. Cara kami bermain dan kesuksesan kami membuat permainan Perancis tak bisa berkembang sangat mengesankan," jelas Capello.
David Beckham berpendapat serupa. Dia juga merasa bahagia mendapat kesempatan membela timnas Inggris lagi. Menurutnya, penampilannya itu membuat dia kembali bergairah.
"Aku sangat senang bermain dengan timnas lagi. Segalanya bisa berubah, tapi aku ingin tetap membela timnas Inggris sampai beberapa tahun lagi. Aku telah membuktikan diri punya stamina yang baik. Aku merasa jauh lebih baik pada pertandingan itu. AKu merasa lebih segar dan tajam," kata Beckham.
Sementara itu, pelatih Perancis Raymond Domenech juga merasa puas. Menurutnya, timnya tampil bagus dan memuaskan. Partai lawan Inggris menjadi ujian berharga dalam upaya menuju Euro 2008 Juni nanti.
"Itu pertandingan yang sangat berkelas dan inteligen. Itulah yang kami butuhkan sebagai persiapan menuju Euro 2008. Kami masih bisa melakukan serangan lebih tajam. Tapi, Euro masih dua bulan lagi dan kami punya banyak kesempatan untuk memperbaiki diri," jelas Domenech.
Di babak kedua, kami memang sering kehilangan bola dan umpan-umpan kami kurang mengalir secara lancar. Tapi, sebenarnya permainan kami cukup memuaskan. Sangat menyenangkan memenangkan eprtandingan daripada menerima kekalahan," tambahnya.
Pertandingan kedua tim sebenarnya menarik, meski jarang terjadi peluang-peluang emas. Kedua tim memiliki kualitas yang seimbang. Sehingga, pertarungan di lini tengah justru lebih kentara. (RTR)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang