Kata-kata Terakhir Pilot AdamAir (2)

Kompas.com - 27/03/2008, 07:36 WIB

JAKARTA, KAMIS- Ada fakta-fakta baru mengenai jatuhnya pesawat AdamAir 1 Januari 2007 lalu, meskipun itu yang muncul dari luar Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Pengamat transportasi Agus Pambagyo yang juga pernah mendengarkan isi cockpit voice recorder (CVR) saat mendatangi National Transportation Safety Board (NTSB/KNKT©nya Amerika Serikat) di AS tahun lalu mengatakan, apa yang diuraikan oleh Ketua KNKT Tatang Kurniadi, Selasa lalu benar adanya.

"Tapi ada kata-kata yang kurang dalam percakapan dua pilot. Setelah salah satu pilot mengatakan "jangan dibelokin, jangan dibelokin," tiba-tiba ada suara seperti benda pecah, lalu seorang lagi berteriak "Allahu Akbar". Lalu semuanya terdiam," kata Agus Pambagyo dalam percakapannya dengan Persda Network di Jakarta, Rabu (26/3)

Agus mengaku tidak tahu siapa yang menyebut Allahu Akbar, tapi jelasnya,  kata-kata itu sangat jelas terdengar dari VCR. Seperti diberitakan, KNKT memaparkan kecelakaan pesawat AdamAir bernomor penerbangan DHI 574 itu akibat kerusakan alat navigasi IRS (Internal Reference System). Kedua pilot memfokuskan pada perbaikan IRS dan lupa pada instrumen lain, sehingga tidak tahu pesawat Kedua pilot memfokuskan pada perbaikan IRS dan lupa pada instrumen lain, sehingga tidak tahu pesawat sedang menghujam ke laut.(Persda Network/Hendra Gunawan)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau