JAKARTA, KAMIS - Permintaan mundur terhadap Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar karena menurut Gus Dur, Muhaimin tidak loyal. Demikian dikatakan Ketua Dewan Syuro PKB yang juga Anggota Komisi IV DPR Arifin Junaedi, di Gedung DPR, Kamis (27/3). Namun, ia mengaku tak tahu lebih jauh mengenai hal itu. "Kalau latar belakangnya, seperti yang disampaikan Gusdur, Muhaimin tidak loyal. Istilahnya Gusdur tidak loyal pada partai," ujar Arifin.
Dalam rapat pleno Rabu malam (26/3) tadi, kata Arifin, Gusdur mengatakan Muhaimin menghendaki dilakukannya Muktamar Luar Biasa (MLB). Akan tetapi, hal itu dibantah Muhaimin. "Gus Dur bilang, Muhaimin dimana-mana mewacanakan MLB. Tapi dia bilang tidak benar," imbuhnya lagi.
Awalnya, opsi pada rapat pleno adalah MLB atau tidak MLB. Kemudian berkembang dengan tambahan 1 opsi yaitu meminta Muhaimin mundur. Kalkulasi angkanya, MLB 5 suara, tidak MLB 3 suara, mundur 20 suara dan abstain 2 suara.
Meski menurut aturan pencopotan ketua umum hanya bisa dilakukan melalui MLB, namun dalam AD/ART dimungkinkan rapat pleno bisa memberhentikan sementara. "Solusinya, bisa dengan menunjuk pejabat sementara, sampai mendapat pejabat definitif hasil MLB. Kita sudah dua kali mengalami kejadian ini. Waktu Pak Matori dicopot, yang diangkat bukan wakil ketua umumnya, tapi Pak Alwi Shihab," pungkas Arifin. (ING)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang