Kata Gus Dur, Muhaimin Tidak Loyal

Kompas.com - 27/03/2008, 15:02 WIB

JAKARTA, KAMIS - Permintaan mundur terhadap Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar karena menurut Gus Dur, Muhaimin tidak loyal. Demikian dikatakan Ketua Dewan Syuro PKB yang juga Anggota Komisi IV DPR Arifin Junaedi, di Gedung DPR, Kamis (27/3). Namun, ia mengaku tak tahu lebih jauh mengenai hal itu. "Kalau latar belakangnya, seperti yang disampaikan Gusdur, Muhaimin tidak loyal. Istilahnya Gusdur tidak loyal pada partai," ujar Arifin.

Dalam rapat pleno Rabu malam (26/3) tadi, kata Arifin, Gusdur mengatakan Muhaimin menghendaki dilakukannya Muktamar Luar Biasa (MLB). Akan tetapi, hal itu dibantah Muhaimin. "Gus Dur bilang, Muhaimin dimana-mana mewacanakan MLB. Tapi dia bilang tidak benar," imbuhnya lagi.

Awalnya, opsi pada rapat pleno adalah MLB atau tidak MLB. Kemudian berkembang dengan tambahan 1 opsi yaitu meminta Muhaimin mundur. Kalkulasi angkanya, MLB 5 suara, tidak MLB 3 suara, mundur 20 suara dan abstain 2 suara.

Meski menurut aturan pencopotan ketua umum hanya bisa dilakukan melalui MLB, namun dalam AD/ART dimungkinkan rapat pleno bisa memberhentikan sementara. "Solusinya, bisa dengan menunjuk pejabat sementara, sampai mendapat pejabat definitif hasil MLB. Kita sudah dua kali mengalami kejadian ini. Waktu Pak Matori dicopot, yang diangkat bukan wakil ketua umumnya, tapi Pak Alwi Shihab," pungkas Arifin. (ING)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau