BI Harus Proaktif Cari Solusi

Kompas.com - 27/03/2008, 18:03 WIB

YOGYAKARTA, KAMIS - Gubernur DI Yogyakarta Sultan Hamengku Buwono X meminta Bank Indonesia lebih proaktif dalam menyikapi dan mencari solusi kredit macet usaha mikro kecil dan menengah atau UMKM korban gempa. UMKM yang memiliki keunggulan berorientasi ekspor diharapkan bisa memperoleh dukungan pembiyaan dari perbankan.

Hal itu diungkapkan Sultan Hb X saat memberikan sambutan pada acara penandatanganan kerjasama BI dengan Pemprov DIY tentang pengembangan ekonomi dan peningkatan daya saing daerah. Kerja sama itu ditandatangi Sultan Hamengku Buwono X dengan Deputi Gubernur Bank Indonesia Hartadi A sarwono.  

Dengan momentum hari ini saya sekali lagi mengajak BI untuk lebih proaktif dalam menyikapi dan mencari solusi yang baik guna mengatasi kredit macet UMKM korban gempa, katanya.

Menurut Sultan, jika hanya mengandalkan Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 8/10/PBI/2006 tentang perlakukan khusus terhadap kredit bank paska bencana alam di DIY dan daerah sekitarnya di Provinsi Jawa Tengah bisa dipastikan akan menyisakan banyak persoalan yang tidak terjawab.

Dalam PBI Nomor 8/10/PBI/2006 itu secara umum diatur tentang restrukturisasi kredit UMKM di bank umum dan bank perkreditan rakyat yang macet pascagempa 2006 hingga akhir bulan Juni 2009.

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau