YOGYAKARTA, KAMIS - Gubernur DI Yogyakarta Sultan Hamengku Buwono X meminta Bank Indonesia lebih proaktif dalam menyikapi dan mencari solusi kredit macet usaha mikro kecil dan menengah atau UMKM korban gempa. UMKM yang memiliki keunggulan berorientasi ekspor diharapkan bisa memperoleh dukungan pembiyaan dari perbankan.
Hal itu diungkapkan Sultan Hb X saat memberikan sambutan pada acara penandatanganan kerjasama BI dengan Pemprov DIY tentang pengembangan ekonomi dan peningkatan daya saing daerah. Kerja sama itu ditandatangi Sultan Hamengku Buwono X dengan Deputi Gubernur Bank Indonesia Hartadi A sarwono.
Dengan momentum hari ini saya sekali lagi mengajak BI untuk lebih proaktif dalam menyikapi dan mencari solusi yang baik guna mengatasi kredit macet UMKM korban gempa, katanya.
Menurut Sultan, jika hanya mengandalkan Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 8/10/PBI/2006 tentang perlakukan khusus terhadap kredit bank paska bencana alam di DIY dan daerah sekitarnya di Provinsi Jawa Tengah bisa dipastikan akan menyisakan banyak persoalan yang tidak terjawab.
Dalam PBI Nomor 8/10/PBI/2006 itu secara umum diatur tentang restrukturisasi kredit UMKM di bank umum dan bank perkreditan rakyat yang macet pascagempa 2006 hingga akhir bulan Juni 2009.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang