Satu Suspek Flu Burung Dirawat di Padang

Kompas.com - 27/03/2008, 20:27 WIB

PADANG, KAMIS - Alisa, balita berusia 1 tahun 11 bulan, dicurigai menderita flu burung. Saat ini, bocah itu dirawat di RSUP Dr M Djamil setelah sebelumnya dirujuk dari RSUD Bukittinggi, Sumbar untuk mendapatkan hasil benar atau tidaknya pasien menderita flu burung.

Kondisi Alisa saat ini masih kritis dan diberi alat bantu pernapasan serta makanan melalui infus. Panas tubuhnya kadang kala sangat tinggi, namun kemudian turun lagi. Kondisi tubuh yang dialami Alisa ini bukan gejala spesifik penderita flu burung. Kini, ia dirawat intensif di ruang isolasi instalasi rawat inap (Irna) C penyakit dalam karena kondisinya yang kritis.

Kepala Bidang Pelayanan Medis RSUP Dr M Djamil Padang, Irayanti, Kamis (27/3), mengatakan tim dokter masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab penyakit demam yang diderita Alisa.

Agak sulit memastikan korban terinfeksi virus flu burung karena dia tidak mempunyai kontak langsung dengan unggas. Namun, memang ada gejala yang mengarah ke kemungkinan terkena flu burung.

Ia menyebutkan, sampel darah pasien tersebut sudah dikirim ke laboratorium khusus di Jakarta pada Selasa (25/3). Jika dari pemeriksaan labor terbukti positif flu burung, maka paling lambat lima hari hasilnya sudah dikirimkan, sebaliknya jika negatif, bisa dikirimkan lebih lama, tambahnya.

"Karena itu, hasil laboratorium paling menentukan benar atau tidaknya Alisa terkena flu burung," kata Irayanti. Hasil laboratorium diperkirakan membutuhkan waktu lima sampai enam hari lagi.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau