PADANG, KAMIS - Alisa, balita berusia 1 tahun 11 bulan, dicurigai menderita flu burung. Saat ini, bocah itu dirawat di RSUP Dr M Djamil setelah sebelumnya dirujuk dari RSUD Bukittinggi, Sumbar untuk mendapatkan hasil benar atau tidaknya pasien menderita flu burung.
Kondisi Alisa saat ini masih kritis dan diberi alat bantu pernapasan serta makanan melalui infus. Panas tubuhnya kadang kala sangat tinggi, namun kemudian turun lagi. Kondisi tubuh yang dialami Alisa ini bukan gejala spesifik penderita flu burung. Kini, ia dirawat intensif di ruang isolasi instalasi rawat inap (Irna) C penyakit dalam karena kondisinya yang kritis.
Kepala Bidang Pelayanan Medis RSUP Dr M Djamil Padang, Irayanti, Kamis (27/3), mengatakan tim dokter masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab penyakit demam yang diderita Alisa.
Agak sulit memastikan korban terinfeksi virus flu burung karena dia tidak mempunyai kontak langsung dengan unggas. Namun, memang ada gejala yang mengarah ke kemungkinan terkena flu burung.
Ia menyebutkan, sampel darah pasien tersebut sudah dikirim ke laboratorium khusus di Jakarta pada Selasa (25/3). Jika dari pemeriksaan labor terbukti positif flu burung, maka paling lambat lima hari hasilnya sudah dikirimkan, sebaliknya jika negatif, bisa dikirimkan lebih lama, tambahnya.
"Karena itu, hasil laboratorium paling menentukan benar atau tidaknya Alisa terkena flu burung," kata Irayanti. Hasil laboratorium diperkirakan membutuhkan waktu lima sampai enam hari lagi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang