Digagalkan, Pengiriman 52 TKI ke Arab

Kompas.com - 27/03/2008, 20:52 WIB

JAKARTA, KAMIS - Polda Metro Jaya menggagalkan pengiriman calon tenaga kerja Indonesia (TKI) ke Timur Tengah. Sebanyak 52 calon TKI yang sudah dikirim sampai di Bandara Soekarno-Hatta ini terpaksa digagalkan pengirimannya karena tidak cukup memiliki dokumen resmi sebagai tenaga kerja di luar negeri.

"Dokumennya sebagai TKI ke luar negeri tidak lengkap. Mereka hanya mengantongi tanda tangan resmi dari Departemen Tenaga Kerja. Tapi dukumen-dokumen lainnya seperti Visa, Paspor, surat pembekalan akhir dari perusahaan tidak ada," jelas Kasat Sumber Daya dan Lingkungan (Sumdaling) Direktorat Reserse Kriminal
Khusus Polda Metro Jaya, AKBP Bahagia Dachi, Kamis (27/3).

Menurut keterangan Dachi, para TKI ini sudah dikirim sampai di Bandara Soekarno-Hatta. Mereka akan diberangkatkan ke Arab Saudi. Beberapa saat sebelum berangkat, tim dari Sumdaling memeriksa kelengkapan dukumen para calon TKI ini. Hasinya, ternyata dokumennya tidak lengkap. Mereka hanya mengantongi
tanda tangan izin resmi yang dikeluarkan Depnaker untuk keberangkatan mereka sebagai TKI di luar negeri.

Untuk menindaklanjuti pengungkapan ini, para calon TKI ini langsung dibawa ke Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan. Mereka kemudian dititipkan ke panti sosial di kawasan Ciracas, Jakarta Timur.

Dua perusahaan PJTKI yang diduga mengirim 52 calon TKI tak dilengkapi dokumen ini juga sudah diperiksa. Dua perusahaan tersebut adalah PT Bharata Putra Mandiri dan PT Avida Alfia Duta. Bahagia Dachi belum mengungkapkan apa tindakan yang akan dilakukan terhadap dua perusahaan pengerah tenaga kerja
Indonesia ini.

Kedua perusahaan PJKTI ini selain telah bertindak gegabah dan membahayakan keselamatan bagi TKI, karena mengirim TKI ke luar negari tanpa dilengkapi dokumen, ternyata juga telah mengutip bayaran cukup tinggi kepada para korban.

Rata-rata setiap calon TKI diminta bayaran pengiriman ini sampai Rp 13 juta. Minimal mereka diminta bayar separuhnya terlebih dahulu sebelum diberangkatkan dan sisanya akan dipotong langsung dari gaji mereka setiap bulannya. (Persda Network/sugiyarto)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau