Gara-gara AAC, Melanie Ketiban Durian Runtuh

Kompas.com - 27/03/2008, 22:16 WIB

JAKARTA, KAMIS- Melanie Putria mengaku seperti mendapat "duran runtuh." Setelah terlibat film Ayat-Ayat Cinta (AAC) arahan sutradara Hanung Bramantyo, tawaran main film dan ngemsi alias menjadi pembawa acara mendadak mengalir deras.

"Aku juga kaget ada beberapa tawaran main film, mungkin lebih dari lima film," kata mantan Putri Indonesia itu ketika ditemui di Jakarta, Kamis (27/3). 

"Filmnya ada yang berjenis drama. Horornya juga ada. Tapi sekarang lagi pikir-pikir, cocok yang mana. Pingin banget sih dapat film religi lagi. Nggak tahu kok jadi ketagihan. Tapi sayangnya belum ada yang nawarin lagi," tambah Melanie.

Bagi pesohor yang kerap disapa dengan panggilan Imel itu, terlibat dalam film AAC, merupakan berkah tersendiri. Sebab lantaran perannya dalam film itu, Imel mulai dipanggil orang dengan nama Nurul, tokoh yang dimainkannya dalam film tersebut. Lalu apa reaksi Imel dengan sebutan "nama baru"-nya itu?

"Aku sih bangga. Itu tandanya aku dinilai berhasil membawakan karakter Nurul. Padahal, untuk masuk ke karakter tokoh (Nurul) dalam film itu kan susah banget," tambahnya.

Imel juga memandang  film yang sampai saat ini menjadi film nasional yang fenomenal dari segi jumlah penonton dan menjadi perbincangan banyak orang itu, merupakan titik penting dalam perjalanan karirnya di dunia hiburan.

Film AAC hasil arahan sutrdaea Hanung Bramantyo adalah film yang diangkat dari novel berjudul sama karya Habbiburrohman El Sirazy. Dari segi penonton di bioskop film ini termasuk filma nasional yang fenomenal karena jumlah itu belum pernah dicapai oleh film lain dalam beberapa tahun terakhir.

"Semoga saja aku bisa terus eksis dan apa yang saya mainkan diterima masyarakat luas," demikian tutur Nurul eh Imel eh Melanie Putria.

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau