Pilgub NTT, PDIP Usung FREN

Kompas.com - 28/03/2008, 09:06 WIB

Laporan Wartawan Pos Kupang, Sipri Seko

KUPANG, JUMAT-Wakil Ketua Umum I KONI Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) untuk menjadi calon Gubernur NTT periode 2008-2013. Frans Lebu Raya dipaketkan dengan Wakil Ketua Umum II/Ketua Harian KONI NTT Esthon Foenay sebagai wakil gubernur. Pilkada Gubernur/Wakil Gubernur NTT akan berlangsung pada tanggal 2 Juni 2008.

Kedua paket yang lebih dikenal dengan sebuta FREN ini dideklarasikan oleh Sekretaris Jenderal PDI-P, Pramono Anung, awal Januari 2008. Frans Lebu Raya dan Esthon Foenay yang ditemui  secara terpisah di Kupang beberapa waku lalu mengatakan bahwa pencalonan tersebut adalah karena aspirasi masyarakat. Baik Frans Lebu Raya maupun Esthon berharap agar mereka bisa mengemban aspirasi tersebut.

Wakil Sekretaris Umum KONI Propinsi NTT, Eduard Setty, yang ditemui di ruang kerjanya, Jumat (28/3), mengatakan harapannya agar paket FREN ini bisa membawa perubahaan bukan hanya pada kesejahteraan masyarakat, tetapi juga prestasi olahraga. "Keduanya pasangan ini adalah murni orang olahraga, sehingga ada harapan agar bila mereka terpilih, pembinaan dan prestasi olahraga di NTT bisa lebih baik," ujar Setty.

Untuk diketahui, selain menjabat sebagai Wakil Ketua Umum I, Drs. Frans Lebu Raya juga adalah Ketua Pengprop PSSI NTT. Frans Lebu Raya yang adalah tamatan Sekolah Guru Olahraga (SGO) tersebut adalah Ketua DPD PDI-P NTT. Sementara Ir. Esthon L Foenay, M.Si, selain sebagai Ketua Harian, juga adalah Ketua Pengprop Perkemi NTT. Sebelumnya Esthon Foenay yang adalah mantan Ketua Bappeda NTT itu adalah Ketua Pengprop PABBSI NTT.

 

 

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau