Titi Sjuman Enggak Mau Ngetop

Kompas.com - 30/03/2008, 02:26 WIB

JAKARTA, MINGGU--Diumumkannya nama Titi Sjuman (27) sebagai peraih Piala Layar Emas cukup mengejutkan hadirin di acara Indonesia Movie Awards (IMA) 2008 di Plennary Hall, JCC, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (28/3) malam.

Senyum Titi mengembang saat dia menerima penghargaan sebagai Aktris Pendatang Baru Terbaik. Sebagian besar hadirin, termasuk wartawan pun bertanya-tanya: siapakah gerangan wanita berparas manis yang malam itu mengenakan gaun panjang warna hitam itu? Apakah dia masih memiliki hubungan keluarga dengan legenda penyair dan sutradara  Sjuman Djaya (alm)?

"Saya adalah menantu Sjuman Djaya. Suami saya Aksan Sjuman," kata Titi memperkenalkan diri saat ditemui wartawan seusai menerima penghargaan.  Aksan Sjuman yang disebutnya tak lain adalah Wong Aksan, mantan drummer Dewa 19. Titi telah memiliki seorang anak bernama Miyake Shakuntala (2), buah pernikahannya dengan Wong Aksan pada 15 Agustus 2004.

Aksan adalah guru Titi ketika masih belajar menabuh drum. "Dia juga idola saya," ucapnya malu-malu. Tingginya frekuensi pertemuan antara Titi dan Aksan rupanya memunculkan benih-benih cinta hingga akhirnya mereka menikah. Pasangan musikus itu lalu sering mendapat tawaran untuk membuat ilustrasi musik pada film, di antaranya film The Photograph dan 6:30.

Kepiawaian Titi bermain drum menarik perhatian band-band ternama. Banyak tawaran untuk bergabung namun ditolak Titi. "Saya enggak ingin ngetop. Saya hanya mau dikenal sebagai artis yang sesungguhnya, yang hidup dengan karya seninya, bukan artis yang selebriti," kata Titi yang pernah kecewa karena batal duet bersama grup kondang asal Amerika Serikat, The Manhattan Transfers, di Java Jazz 2008.

Sementara itu, penghargaan dari IMA 2008 itu diraih berkat aktingnya dalam film Mereka Bilang, Saya Monyet!. Ceritanya diangkat dari novel berjudul sama karya Djenar Maesa Ayu. Djenar adalah ipar Titi.

Awal keterlibatannya di dunia akting itu adalah ketika Djenar menawarinya main film Mereka Bilang, Saya Monyet! Film itu disutradarai oleh Djenar sendiri. Titi memerankan tokoh Ajeng. "Film itu agak vulgar, tetapi tidak terkesan jorok," katanya. Dia mengungkapkan, dirinya belajar akting lewat teater saat masih kecil.

Akting diakui Titi sebagai dunia baru baginya, meskipun dia sering terlibat dalam pembuatan musik untuk sejumlah film layar lebar. Selama ini, wanita berambut panjang itu lebih dikenal sebagai musikus dan dosen jurusan drum, ritmik, serta ansamble di Institut Musik Daya di Kemang, Jakarta Selatan. Dia mengajar setiap Selasa dan Rabu. Dalam kesehariannya, dia mengaku selalu berpenampilan maskulin.

"Ini kostum samaran saya. Saya pakai atas permintaan suami. Biasanya, saya sangat maskulin. Enggak ada yang menyangka kalau saya ini pemain drum," katanya tentangi penampilannya malam itu. (kin)

Data Titi Sjuman:
Nama Lengkap              : Titi Handayani Rajo Bintang
Tempat tanggal lahir       : Jakarta, 10 Februari 1981
Pekerjaan                      : Pengajar drum di Institut Musik Daya
Filmografi                      : Mereka Bilang, Saya Monyet!

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau