Jalan ke Sentra Pertanian Lumpuh

Kompas.com - 30/03/2008, 07:11 WIB

JAMBI, MINGGU - Jalan menuju daerah sentra produksi pertanian di kota maupun di sejumlah kabupaten di Provinsi Jambi lumpuh, karena tergenang akibat banjir dan meluapnya Sungai Batanghari.
 
Dari sejumlah daerah sentra produksi di Kabupaten Muarojambi, Sabtu dilaporkan, sebagaian besar jalan daerah sentra produksi pertanian itu lumpuh, sehingga petani kesulitan mengangkut hasil panennya.
     
"Kami tidak bisa mengangkut hasil pertanian, karena jalan yang ada digenangi air," kata Tarno (30), petani sayur-sayuran yang bermukim di Kabupaten Muarojambi. Satu-satunya sarana transportasi yang dapat digunakan untuk mengangkut hasil pertanian adalah perahu dan pompong, namun sarana itu pun tidak dimiliki warga.
     
Hal yang sama diungkapkan Sarimun (41), yang bermukim di  Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muarojambi, yang mengaku tidak bisa mengangkut jagung hasil penennya untuk dipasarkan.
     
"Luapan air sungai Batanghari dan Batang Kumpeh telah menenggelamkan lahan pertanian dan tanaman jagung kami, namun masih sempat dipanen," katanya.
     
Jagung yang sudah dipanen itu, kini terpaksa diamankan di bubungan (atas) bangunan dan rumah penduduk yang tidak terendam banjir, agar tidak membusuk.
     
Untuk mengangkut hasil pertanian dan tanaman palawija, warga sangat membutuhkan perahu dan pompong sebagai satu-satunya sarana yang dapat digunakan untuk mengangkut menuju jalan raya.(ANT)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau