JAMBI, MINGGU - Jalan menuju daerah sentra produksi pertanian di kota maupun di sejumlah kabupaten di Provinsi Jambi lumpuh, karena tergenang akibat banjir dan meluapnya Sungai Batanghari.
Dari sejumlah daerah sentra produksi di Kabupaten Muarojambi, Sabtu dilaporkan, sebagaian besar jalan daerah sentra produksi pertanian itu lumpuh, sehingga petani kesulitan mengangkut hasil panennya.
"Kami tidak bisa mengangkut hasil pertanian, karena jalan yang ada digenangi air," kata Tarno (30), petani sayur-sayuran yang bermukim di Kabupaten Muarojambi. Satu-satunya sarana transportasi yang dapat digunakan untuk mengangkut hasil pertanian adalah perahu dan pompong, namun sarana itu pun tidak dimiliki warga.
Hal yang sama diungkapkan Sarimun (41), yang bermukim di Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muarojambi, yang mengaku tidak bisa mengangkut jagung hasil penennya untuk dipasarkan.
"Luapan air sungai Batanghari dan Batang Kumpeh telah menenggelamkan lahan pertanian dan tanaman jagung kami, namun masih sempat dipanen," katanya.
Jagung yang sudah dipanen itu, kini terpaksa diamankan di bubungan (atas) bangunan dan rumah penduduk yang tidak terendam banjir, agar tidak membusuk.
Untuk mengangkut hasil pertanian dan tanaman palawija, warga sangat membutuhkan perahu dan pompong sebagai satu-satunya sarana yang dapat digunakan untuk mengangkut menuju jalan raya.(ANT)