Alergi pada Usia Dewasa

Kompas.com - 30/03/2008, 15:46 WIB

SAYA wanita berusia 36 tahun, sejak kecil menderita alergi (makanan laut, debu, dan udara). Selama SMP, SMA, dan kuliah, alergi saya tidak pernah kambuh lagi.

Herannya sejak tahun 2003 alergi saya kambuh kembali. Saya telah memeriksakan diri ke dokter alergi hingga tahap tes alergi, penyuntikan, obat-obatan yang cukup banyak mengeluarkan biaya dan memang alergi banyak berkurang.

Setelah tidak ke dokter lagi dan lepas dari obat, sampai sekarang saya masih kambuh meskipun gatal-gatalnya tidak sehebat dulu. Padahal, saya sudah berusaha mengurangi makan makanan atau hal lain yang menyebabkan alergi tersebut kambuh.

Sekarang, seminggu sebelum/sesudah saya datang bulan alergi kambuh hingga mengakibatkan gatal-gatal pada kulit di bagian kaki, tangan, dan paha yang sangat mengganggu, terutama penampilan saya.

Kenapa alergi tersebut bisa kambuh saat saya akan/selama datang bulan? Adakah hormon tertentu di dalam tubuh saya sehingga alergi kambuh? Apakah ada obat yg dapat menyembuhkan gatal-gatal pada saat akan/setelah datang bulan (haid)? Kenapa pada usia saya sekarang alergi masih kambuh, apa penyebabnya?

Dokter alergi saya pernah bilang, seharusnya dengan usia sekarang alergi saya tidak kambuh kembali. Saya mohon penjelasan Dokter, jawaban dari dokter akan sangat membantu saya. Terima kasih

T di J


Alergi dapat mengenai segala usia. Memang di bidang alergi dikenal kaitan antara alergi dan usia. Alergi kulit pada dermatitis atopik bisanya timbul pada anak. Sedangkan asma acapkali mulai muncul juga pada usia anak, tetapi pada usia yang lebih tua. Bahkan jika anak mengalami alergi kulit bentuk dermatitis atopik, maka risiko mengalami asma di kemudian hari menjadi lebih besar.

Pilek alergi timbul pada usia dewasa muda. Alergi yang Anda alami berupa gatal-gatal yang dalam istilah kedokteran disebut urtikaria. Sebenarnya penyebab urtikaria banyak. Salah satunya adalah alergi.

Pencetus urtikaria dapat berupa makanan, obat, udara dingin, atau panas. Tetapi, urtikaria juga mungkin disebabkan hormon seperti yang Anda alami. Anda pernah mengalami alergi sewaktu kecil, artinya Anda termasuk penderita atopi (punya kecenderungan terhadap alergi).

Keluhan urtikaria muncul kembali dapat disebabkan karena faktor alergi atau juga mungkin karena hormon. Sekarang mulai bermunculan laporan timbulnya urtikaria karena perubahan hormon, misalnya urtikaria sehabis melahirkan atau seperti yang Anda alami urtikaria yang berkaitan dengan menstruasi. Belum jelas apakah urtikaria tersebut semata-mata disebabkan hormon atau disertai faktor lain.

Nah, urtikaria dibagi menjadi urtikaria akut dan urtikaria kronik. Jika Anda mengalami urtikaria lebih dari enam minggu, maka urtikaria tersebut termasuk urtikaria kronik. Meski sudah dilakukan berbagai pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan lain, adakalanya penyebab urtikaria tidak berhasil ditemukan.

Terapi urtikaria pada prinsipnya sama. Upaya penting adalah menghindari bahan penyebab alergi dan upaya kedua adalah terapi antihistamin. Sudah tentu jika tidak ditemukan penyebabnya, sulit melakukan penghindaran terhadap alergen. Terapi antihistamin umumnya bermanfaat untuk mengatasi urtikaria. Saat ini tersedia antihistamin generasi baru yang efek sampingnya lebih minimal, tetapi harganya lebih mahal.

Pada usia sekarang dapat saja Anda mengalami urtikaria. Bahkan juga cukup banyak orang berusia lanjut mengalami urtikaria. Urtikaria umumnya dapat diatasi, hanya saja perlu kesabaran karena urtikaria kronik dapat berlangsung lama. Untunglah obat antihistamin umumnya aman dan dapat dipakai dalam waktu lama.

Anda dapat berkonsultasi kepada dokter spesialis kandungan mengenai gangguan yang Anda rasakan saat menghadapi menstruasi. Dokter kandungan mungkin dapat membantu mengevaluasi hormon Anda. Sementara itu, Anda mungkin memerlukan terapi antihistamin jika ada gejala gatal. Nah, mudah-mudahan Anda tidak merasa khawatir lagi akibat keluhan Anda dan dapat bekerja seperti biasa. (Dr Samsuridjal Djauzi)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau