JAKARTA,SENIN - Menghadapi terus melambungnya harga beras di pasar dunia yang menyentuh 700 dollar AS per ton, berbeda dengan Indonesia yang ingin buru-buru mengekspor beras, negara-negara pengekspor beras terbesar dunia, seperti Mesir, India serta Vietnam, justru mengurangi ekspor beras mereka.
Negara-negara tersebut lebih memilih menyimpan hasil panen mereka untuk konsumsi dalam negeri daripada dilempar ke pasar internasional, meskipun harga makanan pokok tersebut sangat menggiurkan.
Seperti dikutip AP, Vietnam yang merupakan negara pengekspor beras terbesar kedua setelah Thailand, memangkas ekspor beras mereka sebesar 1 juta ton tahun ini, sebagai upaya ketahanan pangan mereka dan menjaga tingkat inflasi negara paman Ho tersebut. Tindakan itu mengikuti negara-negara pengekspor beras terbesar dunia lainnya, seperti Mesir dan India. Selain itu Kamboja juga telah menyatakan akan membatasi ekspor beras mereka.
Sementara itu, China, yang merupakan negara penghasil beras terbesar dunia, malah melempar hampir semua hasil panennya ke dalam negeri. Negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia itu, bahkan memberikan subsidi untuk menjaga harga beras. Pemerintah China, menyatakan akan membayar lebih banyak kepada para petani padi dan gandum untuk mendorong produksi mereka serta menjaga tingkat inflasi.
Harga beras dunia telah naik sebanyak 50 persen dalam dua bulan terakhir ini, sehingga meningkatkan kekhawatiran terhadap cadangan pangan di seluruh Asia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang