JAKARTA, SENIN - PT Bank BNI Tbk (BBNI) menargetkan pengucuran kredit infrastruktur hingga akhir tahun dapat mencapai Rp6 triliun. "Dari komitmen Rp24 triliun dapat dicairkan hingga akhir tahun ini Rp6 triliun," kata Direktur Utama BBNI Gatot M Suwondo kepada pers di Jakarta, Senin (31/3) seperti dikutip dari Antara.
Pihaknya berharap eksekusi kredit infrastruktur segera dilakukan agar leg (jarak) waktu tidak terlalu panjang, sehingga tidak menambah beban perseroan.
Sementara, kata Gatot, pertumbuhan kredit pada 2008 diperkirakan sebesar 20 persen mengikuti pertumbuhan industri. Untuk penyaluran kredit 2008 ini, katanya, perseroan akan fokus pada kredit SME (small medium enterprise banking) dan kredit konsumer.
Fokus pada SME ini didasarkan pada outstanding kredit pada 2007 yang mencapai Rp88,65 triliun. Dari jumlah itu, ekspansi tertinggi dibukukan segmen usaha menengah dan kecil dengan pertumbuhan masing-masing Rp5,92 triliun (naik 41 persen) dan Rp4,13 triliun (naik 30 persen).
Menurut Gatot, rencana bisnis 2008 ini juga dengan upaya peningkatan efesiensi dan produktivitas dan akan ditunjang oleh optimalisasi jaringan distribusi, revitalisasi proses bisnis, pemanfaatan kapasitas dan sistem teknologi, serta pemanfaatan kualitas sumber daya manusia.
Untuk itu, BBNI 2008 menganggarkan belanja investasi (capex) senilai Rp500 miliar. "Dana tersebut untuk menambah 500 ATM (automatic teller machine) yang dianggarkan sekitar Rp100 hingga Rp150 miliar dan sisanya untuk perbaikan kantor cabang," tambahnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang