Budi Putra: Hacker dan Blogger Jangan Dibawa-bawa

Kompas.com - 31/03/2008, 16:29 WIB

JAKARTA, SENIN - Perusakan (deface) situs Depkominfo dan Partai Golkar yang terjadi minggu lalu tidak seharusnya dikait-kaitkan dengan hacker dan blogger. Masalah tersebut sebaiknya difokuskan kepada inti permasalahannya saja antara korban dan pelaku.     

"Situs seperti rumah kita, kalau diganggu bisa kita masalahkan, tapi jangan setiap orang yang lewat depan rumah terus diteriakin," ujar Budi Putra, salah satu blogger dan pendiri Asia Blogging Network yang dihubungi sore ini. Kalaupun pelakunya ditangkap dan mengaku sebagai seorang hacker atau blogger, bukan berarti hacker dan blogger lainnya terseret.

Ia juga menyayangkan masih adanya salah kaprah pengertian hacker dan cracker. Menurut mantan wartawan Tempo itu, hacker justru menjadi orang yang banyak jasanya seiring perkembangan Internet dan teknologi informasi sekarang ini. Banyak perusahaan yang menggunakan jasa hacker untuk menguji sistem keamanan infrastruktur teknologi informasinya.

"Membobol situs tanpa diminta pemiliknya mungkin bisa masuk kategori itu (cracker)," katanya. Proses hukum menjadi haknya korban, namun menyikapi kasus pembobolan situs pemerintah dan publik, Budi berpendapat, perlu disikapi dari banyak aspek. Terjadinya pembobolan menunjukkan bahwa keamanan pada situs-situs tersebut masih lemah dan perlu segera diperbaiki. Apalagi situs-situs tersebut milik pemerintah yang sudah seharusnya dijaga dengan sangat baik.

Ia juga tidak melihat adanya masalah dengan para blogger. Menurutnya, kemungkinan tulisan di blog menyinggung pihak lain, SARA, atau menyebarkan konten pornografi tetap ada, namun tidak ada bedanya dengan media massa pada umumnya. Kalau ada masalah atau tersinggung juga bisa menggugat penulisnya. Namun, ia yakin hanya blog, yang menyajikan informasi-informasi bermanfaat, akan bertahan dan yang tidak, akan ditinggalkan pembacanya.

"Kita melihat tidak ada masalah, isinya bagus-bagus, spesifik, ditulis dengan penuh cinta penuh gairah," katanya ketika ditanya penilaiannya terhadap blog-blog di Indonesia. Blog di Indonesia juga mengalami perkembangan sangat pesat dan mulai mengarah menjadi industri. Sayang sekali kalau blog yang sedang tumbuh diberangus hanya karena masalah pribadi.(WAH)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau