Latihan Beban, Seks Tambah OK?

Kompas.com - 31/03/2008, 16:46 WIB

SEORANG teman berusia paruh baya mengaku kemampuan seksnya bertambah akhir-akhir ini karena rajin menjalani latihan beban. Ia sendiri bingung, apakah itu suatu kebetulan atau secara ilmiah dapat diterangkan hubungan antara latihan beban dan kemampuan seksual seseorang, khususnya bagi mereka yang usianya tak muda lagi.

Bila ditelaah lebih jauh, sang teman ini bukanlah pria muda usia yang tengah dalam puncak gairah dan kemampuan seksual. Namun begitu, walau tidak terbilang muda, ia dapat memaksimalkan potensi dan kemampuannya di tengah bayang-bayang penuaan (aging).
 
Penuaan adalah proses yang tak dapat dihindari oleh siapapun. Banyak pria atau wanita yang mengaku tak sekuat ketika muda, termasuk dalam hal seks. Namun begitu, meski usia di atas 40 tahun, tak perlu kekuatan dalam arti seluas-luasnya harus menurun drastis.

Agar penurunan kekuatan tak menurun terlalu cepat, termasuk kemampuan seksualnya, ada banyak cara yang dapat dilakukan.  Namun sebelum itu, ada baiknya kita juga memahami apa sebenarnya seksualitas itu?

Seksualitas adalah perasaan kuat, segar dan tetap bernafsu, dan kegembiraan akan keadaan badannya, kekuatan serta kemampuannya untuk menikmati kehidupan seksnya. Lalu apa yang menghalangi atau bahkan membunuh perasaan itu?

Menurut Dr. Sadoso Sumosardjuno Sp. KO,  D.S.O.R, pakar kesehatan olahraga, dalam buku Pengetahuan Praktis Kesehatan dalam Olahraga, bila seseorang menjadi lebih tua, kecepatan metabolismenya  menurun, dan karenanya energinya pun menurun. Dengan penurunan ini terjadi timbunan lemak, karena asupan makanan tetap sama sedangkan aktivitas fisik berkurang.  Kemudian, otot-otot mengalami kemunduran terus tiap tahun, setelah usia 30 tahun, sehingga otot menjadi kendor.

Baik pria maupun wanita, yang badannya lembek dan kendor, tentu saja tidak seksi lagi. Dengan penurunan otot-otot, dengan sendirinya postur (sikap badan) Anda akan berubah. Yang seharusnya bahu ke belakang, menjadi ke depan. Yang seharusnya berjalan dengan langkah yang atletis, berjalan agak terseret-seret.

Otot-otot trapesius dan otot latisimus dorsi (otot-otot di punggung) mulai mengendor, yang menyebabkan Anda nampak lebih tua. Kemudian, kekuatannya pun menjadi berkurang pula. Akhirnya tidak merasa cukup kuat dart tegap dalam penampilannya.

Pendeknya, Anda nampak jadi loyo. Ini kurang menguntungkan bagi keadaan seksualitas Anda. Dan akhirnya, yang paling penting adalah pada waktu Anda melihat di cermin, Anda melihat badan Anda yang kurang segar dan kendor menggelembyor. Hal ini akan mempengaruhi diri Anda sendiri dan dapat mengakibatkan kesukarankesukaran pada kemampuan seksual Anda.

Bagaimana caranya mengatasi masalah ini? Anda  segera melakukan latihan beban dan tentu saja harus dengan cara yang benar.  Dengan latihan yang benar, maka Anda akan memperoleh beberapa manfaat sebagai berikut:

(1) Memperbaik postur tubuh dengan segera dan energi Anda akan bertambah. Dengan latihan-latihan beban, otot-otot akan berkembang. Latihan-latihan olahraga juga menaikkan metabolisme Anda. Otot adalah satu-satunya jaringan di dalam badan, yang selalu membakar kalori meskipun Anda dalam keadaan tidak aktif. Misalnya, Anda menggerakkan otot-otot di badan, berarti Anda akan membakar kalori lebih banyak daripada biasanya, meskipun Anda dalam keadaan tidur. Karena penggunaan kalori lebih banyak, maka tak akan terjadi timbunan lemak, meskipun makannya agak banyak.

(2) Badan Anda mulai agak keras. Setelah kurang lebih berlatih selama 8 minggu, maka akan terasa badan Anda menjadi keras pada paha dan lengan Anda. Anda mulai merasa seksi sebab keras adalah seksi.

(3) Kemudian Anda mulai merasa lebih kuat. Anda mulai merasa memiliki tenaga kembali, ada perasaan; Anda akan dapat melakukannya. Sikap Anda menjadi baru, baik dalam pemikiran maupun sepak terjang Anda. Kemudian Anda lebih berani mendekati lawan jenis Anda.

(4) Akhirnya yang paling penting adalah bahwa seluruh badan Anda telah menjadi segar kembali. Setelah 6 bulan melakukan latihan, Anda melihat di cermin, Anda akan melihat bentuk badan yang menjadi lebih bagus, yang mungkin sekali belum pernah mengalami punya bentuk badan sebagus itu. Maka timbullah rasa bangga, dan bentuk badan sebagus itu tentunya tak akan mengecewakan bila dilihat dalam keadaan tanpa busana.

Dari penelitian-penelitian yang telah dilakukan, ternyata baik pria maupun wanita yang usianya antara 35-45 tahun yang diberikan latihan beban yang sederhana saja, maka kesegaran jasmaninya menjadi lebih baik, tak nampak loyo lagi. Ternyata, mereka memiliki rasa percaya diri serta memiliki pula rasa lebih mampu dalam aktivitas seksual. Oleh sebab itu, tak usah menunggu lagi, Anda yang memerlukannya, mulailah olahraga latihan beban, tentu saja secara teratur dan terukur.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau