Agung Ajak Pilih Danny-Iwan

Kompas.com - 31/03/2008, 16:48 WIB

BANDUNG, BARAT - Para kandidat gubernur Jawa Barat terus berupaya menarik simpati pemilih. Di Bandung, misalnya, calon gubernur-wakil gubernur Agum Gumelar-Nu’man Abdul Hakim dalam kampanyenya berjanji akan membenahi dan menaikkan indeks prestasi manusia atau IPM Jawa Barat.

Sementara Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar yang juga Ketua DPR Agung Laksono merayu masyarakat Cirebon untuk memilih pasangan Danny Setiawan- Iwan Sulandjana dalam pilkada Jawa Barat yang berlangsung 13 April mendatang.

Agum-Nu’man mengatakan, pihaknya akan berupaya menaikkan IPM Jabar yang sekarang 70,76 atau berada di urutan ke-14 nasional naik ke level yang lebih baik. ”Kami akan berusaha sekuat tenaga membenahi persoalan mendasar yang dialami masyarakat Jabar. Kami tidak ingin Jabar terus-menerus tertinggal dari daerah lain,” kata Nu’man Abdul Hakim di Lapangan Pabrik Kertas Padalarang, Bandung Barat, dan Stadion Sangkuriang, Cimahi, Sabtu (29/3).

Ia meminta pendukungnya mewaspadai kemungkinan serangan fajar pesaing. Ia berharap pendukungnya mengamankan dan menjaga peluang suara. ”Ingat, kalau ada yang tawarkan uang untuk pilih pasangan lain, terima saja. Namun, nanti sewaktu mencoblos, tetap pilih kami,” teriak Nu’man di hadapan ribuan hadirin dari Kabupaten Bandung Barat dan Cimahi.

Selanjutnya, ketika berkampanye di Lapangan Tegallega, Bandung, yang dihadiri 5.000 orang, Agum menjanjikan akan membawa Persib Bandung menjuarai kompetisi Liga Indonesia jika dia dan Nu’man terpilih menjadi gubernur-wakil gubernur Jabar. ”Selama ini Persib kalah terus. Kalau saya terpilih menjadi gubernur Jabar, Persib harus juara,” kata Agum sembari melempar bola bergambar Agum-Nu’man ke massa.

Teruskan pembangunan

Pada hari yang sama, Danny Setiawan-Iwan Sulandjana berjanji kepada masyarakat Cirebon untuk meneruskan pembangunan yang telah berlangsung sekarang ini. ”Saya akan meneruskan pembangunan yang sudah ada, yang belum dilakukan pasangan lainnya. Saya juga akan terus meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat Cirebon,” ujar Danny, dalam orasi politiknya dengan bahasa dan dialek Cirebon.

Kampanye, seperti juga yang dilakukan sehari sebelumnya di Bandung, dimulai dengan gerak jalan santai yang diikuti ribuan orang. Hadir dalam kampanye tersebut sejumlah pengurus DPP Partai Golkar, termasuk Agung Laksono.

Dalam kesempatan ini, baik Danny maupun Iwan tidak banyak berorasi karena hujan mengguyur Stadion Ranggajati, tempat mereka berkumpul, sehingga massa sempat sibuk mencari tempat berteduh.

Pasangan Ahmad Heryawan-Dede Yusuf berkampanye di Lapangan Sempur, Bogor. Pasangan yang diusung PAN dan PKS ini berkomitmen untuk mereformasi birokrasi di seluruh tingkat pemerintahan di Provinsi Jawa Barat agar menjadi lebih baik, efisien, transparan, dan bebas korupsi.

Mengenai banyaknya penduduk yang masih miskin dan berpendidikan rendah, Ahmad seperti dikutip Antara mengatakan akan menyelenggarakan pendidikan gratis tingkat SD dan SMP untuk membebaskan warga dari buta huruf.

Layak dipilih

Di tengah kampanye itu, Agung Laksono yang mendapat kehormatan untuk berbicara mengajak masyarakat Jawa Barat memilih Danny-Iwan. Menurut Agung Laksono, pasangan ini layak dipilih karena keduanya memiliki pengalaman memimpin Jawa Barat.

Kemarin Dinas Pertamanan Kota Bandung dan Panitia Pengawas Pemilu Kota Bandung menertibkan atribut partai yang dipaku di pohon dan taman kota. ”Kami menertibkan 14 baliho, 150 bendera, 10 spanduk, dan 200 poster berbagai partai politik,” kata Kepala Dinas Pertanian Kota Bandung Yogi Supardjo. (CHE/THT/MHF)

Sumber: Kompas Edisi Minggu (30/3)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau